Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 17 Agu 2019 16:10 WIB

Bisnis Es Doger Gibran Rakabuming Dapat Suntikan Rp 71 Miliar

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Angga Aliya/detikFinance Foto: Angga Aliya/detikFinance
Jakarta - Startup Goola yang didirikan oleh putra pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming mendapat suntikan modal senilai US$ 5 juta atau setara Rp 71 miliar. Dana tersebut berasal dari firma modal ventura Alpha JWC Ventures.

Dengan suntikan modal dari Alpha JWC Ventures, Gibran bakal merealisasikan target menjadi market leader di Indonesia dengan gerai di kota-kota besar dan kecil, serta memulai ekspansi ke negara-negara Asia Tenggara tahun depan.

"Sebagai investor dan tim asal Indonesia, salah satu misi utama kami adalah untuk membawa wirausahawan dan startup Indonesia sukses di dalam negeri dan membawa mereka ke panggung internasional," ujar Managing Partner Alpha JWC Ventures Jefrey Joe melalui keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).


Kios pertama Goola dibuka pada 17 Agustus 2018, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kini, Goola baru memiliki lima gerai yang tersebar di pusat perbelanjaan Jakarta.

Gibran berencana membuka 15 gerai tambahan di akhir 2019 ini, dan membuka 100 gerai secara keseluruhan pada 2020, serta memulai membuka toko di negara Asia Tenggara lainnya.

Startup Es Doger Gibran Rakabuming Dapat Suntikan Rp 71 MiliarFoto: dok. detikFood

Goola juga akan merambah ke aplikasi yang kini sedang dikembangkan. Nantinya, aplikasi Goola memudahkan transaksi para pelanggan melalui pemesanan online tanpa antrean, program loyalitas, dan lain-lain.

"Adanya aplikasi adalah satu hal, tapi bagi saya, faktor terpenting tetaplah pada racikan minuman kami," kata Gibran.

Produk andalan mereka saat ini adalah versi modern dari minuman tradisional yang sudah populer, seperti Es Doger Jeger, Es Kacang Hijau, dan Es Goola Aren. Goola kini memiliki 22 menu minuman yang terbagi dalam empat seri, yaitu Signature (produk unggulan), Tea (teh), Coffee (kopi), dan Refreshing (minuman segar).

"Jika minuman manis dari negara lain bisa populer, mengapa minuman lokal kita tidak bisa? Produk kami telah diterima baik oleh pelanggan. Tak hanya Goola mengikuti tren konsumsi minuman manis yang sedang naik daun, banyak yang bilang minuman kami membawa kembali kenangan masa kecil mereka dan mengingatkan kembali pada tradisi yang sudah lama terlupa," paparnya.


Mereka pun harus bersaing dengan bubble tea, misalnya yang telah menjadi fenomena global dalam beberapa tahun belakangan, dengan total pasar global mencapai US$ 1,9 miliar di 2019 dan diperkirakan akan terus berkembang 7,4% per tahun hingga 2023

"Goola tadinya didirikan sebagai bisnis kuliner konvensional, namun kami kemudian menyadari bahwa kami bisa melakukan sesuatu yang jauh lebih besar," Kevin menambahkan.

Simak Video "Gibran Batasi Jan Ethes Makan Western Food"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com