Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 17 Agu 2019 18:13 WIB

Biar Nggak Ragu Beli Surat Utang Pemerintah, Cek Keuntungannya Nih

Trio Hamdani - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Surat berharga negara (SBN) alias surat utang pemerintah masih banyak yang dimiliki asing. Data terakhir menunjukkan kepemilikan asing di SBN rupiah mencapai Rp 1.000,39 triliun, lebih tinggi dari posisi 2 Juli sebesar Rp 991 triliun. Asing memegang porsi sekitar 40%.

Padahal SBN memiliki banyak keuntungan buat masyarakat. Sayangnya kesadaran untuk berinvestasi di surat utang masih belum begitu besar.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan bunga yang ditawarkan surat utang dari pemerintah menggiurkan, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga.


"Padahal bunganya relatif tinggi ya, lebih tinggi dari deposito, dan kalau dibandingkan dengan negara lainnya, bunga surat utang kita di Asia Pasifik saja itu yang paling tinggi kan, 7% lebih," katanya kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Tingkat inflasi Indonesia juga relatif rendah. Hal ini penting karena keuntungan riil yang diterima dari surat utang cukup dipengaruhi oleh inflasi. Ibaratnya kalau inflasi naik sementara bunga utang tetap, keuntungan riilnya relatif lebih rendah.

"Nah di sisi yang lain, tingkat inflasi kita rendah yang artinya keuntungan secara riil yang dipegang oleh pembeli surat utang itu cukup tinggi gitu," jelasnya.

Di samping itu, tentunya investasi di surat utang pemerintah lebih aman karena dijamin langsung oleh pemerintah.

"Kalau menurut saya surat utang adalah instrumen yang paling aman karena dijamin oleh pemerintah. Jadi tingkat risikonya relatif sangat rendah dibandingkan berinvestasi di pasar modal, properti bahkan, atau investasi di emas," tambahnya.


Simak Video "Utang Pemerintah Tembus Rp 4.570 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com