Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 18 Agu 2019 19:15 WIB

Ekonomi Desa Bisa Didongkrak Pakai Aplikasi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa para pegiat ekonomi digital bisa melirik potensi dari ekonomi desa. Menurutnya, dengan begitu ekonomi kecil menengah di desa-desa bisa terhubung ke masyarakat luas.

Menurutnya, para pegiat ekonomi digital harus bisa melihat hal tersebut sebagai peluang. Dia mengimbau agar ekonomi desa dihubungkan lewat aplikasi digital.

"Tapi u can actually look at the program, dan anda akan melihat begitu banyak program yang anda bisa bayangkan 75 ribu desa, bayangkan kalau mereka di-connect kan itu lahan untuk apps kan? You can create apps," kata Sri Mulyani, dalam diskusi pada acara Gerakan 1000 Startup, di Istora Senayan, Minggu (18/8/2019).


Terpisah, Chief Operations Officer (COO) Ralali.com, Alexander Lukman menuturkan, pengembangan ekonomi desa memang bisa didongkrak lewat pemanfaatan teknologi seperti aplikasi jual beli yang bisa menghubungkan industri di desa langsung dengan konsumennya di berbagai kota di Indonesia.

Aplikasi juga memungkinkan pelaku usaha di desa mendapatkan akses permodalan baik yang berupa modal keuangan hingga modal produk dan bahan baku.

Ralali.com sendiri, kata dia, telah menyediakan berbagai akses dan konektivitas yang relevan bagi para pelaku usaha yang umumnya merupakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Kami sediakan sepenuhnya mulai dari kebutuhan barang dan jasa, pembayaran,
pendanaan dan pembiayaan, logistik pengiriman, hingga berinteraksi dan bertransaksi di dalam satu platform," ujarnya.

Dengan demikian, lanjut dia, kendala pelaku UMKM dapat tersingkap dengan tepat dan efektif melalui kinerja BIG Agent, yang memberikan layanan survei pasar, promosi dan akuisisi (penjualan) bagi pelaku UMKM.

Kendati pelaku usaha kecil menengah yang menggunakan platform online saat ini masih terbatas yakni kurang dari 8%, Alex menilai tren untuk UMKM Go Online tetap akan berpeluang untuk tumbuh meningkat. Pasalnya, hal ini sejalan dengan pertumbuhan masyarakat pengguna internet di Indonesia yang sudah mencapai 56,4%.

Kondisi penetrasi pengguna internet mengindikasikan peluang besar UMKM untuk merambah ke ranah digital terus bertumbuh ke depannya. Belum lagi, imbuh Alex, faktanya saat ini investor global dan regional memandang Indonesia sebagai negara paling atraktif yang patut dijadikan tujuan investasi di ASEAN.


Hal ini diukur dari pertumbuhan sektor B2B di Amerika Serikat dan China yang berada di posisi dua kali lipat dari sektor B2C. Sedangkan di India, porsi B2B diperkirakan mencapai 6 kali lipat dari B2C. Kondisi ini harus dimanfaatkan lantaran masih ada peluang mengingat persentase penggunaan platform online masih rendah.

"Melihat tren pertumbuhan industri bisnis B2B dunia, kami yakin potensi pasar B2B online di Indonesia sangat prospektif. Dengan menjadi B2B marketplace satu-satunya di Indonesia yang mampu memproses jutaan transaksi setiap bulannya, Ralali.com memiliki tanggung jawab dalam mengedukasi pasar UMKM guna memenuhi kebutuhan aktivitas usaha dagang mereka," tandas dia.

Simak Video "Sindir Sri Mulyani, Prabowo: Rumus yang Salah Dipakai Terus"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com