Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 31 Agu 2019 19:05 WIB

Bongkar Muat di Pelabuhan Marunda Turun 60%, Ini Dampaknya ke Negara

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Foto: Alfi Kholisdinuka/Detikcom Foto: Alfi Kholisdinuka/Detikcom
Jakarta - Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi menjelaskan kasus konsesi lahan pembangunan di sekitar Pelabuhan Marunda dengan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) ini telah menyebabkan aktivitas bongkar muat barang berkurang sekitar 60%.

"Berkurangnya proses bongkar muat tentunya mempengaruhi omzet dan fee konsesi yang dibayarkan kepada negara. Sesuai dengan peraturan, KCN wajib membayar fee konsesi sebesar 5% dari pendapatan bruto perusahaan, atau secara nominal sekitar Rp 5 miliar setiap tahunnya," ujar Widodo di Pelabuhan Marunda, Jakarta, Sabtu (31/8/2019).

Widodo menuturkan fee yang dibayarkan KCN adalah fee terbesar kedua dari total 19 pelabuhan yang menjalankan skema konsesi. Rata-rata fee konsesi yang dibayarkan oleh pelabuhan lainnya sekitar 2,5% dari pendapatan bruto.


"Skema konsesi harus dilaksanakan karena kami tunduk kepada perundang-undangan di bidang kepelabuhanan yang berada di bawah wewenang kementerian perhubungan, lahan yang kami konsesikan adalah pier 1,2 dan 3, yang merupakan daerah perairan, jadi sama sekali kami tidak merampas daerah KBN," tegasnya.

Diketahui, berdasarkan UU No 17 Tahun 2008, tentang pelayaran sebagai persyaratan untuk sebuah Badan Usaha Pelabuhan (BUP) agar dapat terus melakukan kegiatan jasa kepelabuhanan. Hasil konsesi yang itu diperoleh otoritas pelabuhan merupakan pendapatan negara.

KCN menilai upaya KBN yang menempuh jalur hukum untuk mendapatkan porsi kepemilikan saham yang lebih besar di KCN, disebut telah melanggar peraturan BUMN. KBN sebagai BUMN wajib mematuhi peraturan menteri BUMN yang mengatur bahwa BUMN yang berusaha di sektor usaha tertentu, tidak boleh bertentangan dengan peraturan dan ketentuan dalam sektor usaha tertentu tersebut.



Simak Video "Tol Layang Jakarta-Cikampek Bisa Dipakai Mulai 20 Desember 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(idr/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com