Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Sep 2019 15:52 WIB

Sentil Menteri Tak Layani Investor, Jokowi: Jangan Minta Dilayani!

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil menteri-menteri yang bersentuhan dengan investasi. Jokowi menilai investasi Indonesia yang belum optimal lantaran para investor belum dilayani dengan baik. Padahal aliran modal ini dibutuhkan dalam mengantisipasi kemungkinan resesi global.

Hal itu dia sampaikan saat membuka rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta Pusat. Ratas membahas antisipasi perkembangan perekonomian dunia.

"Kita ini jangan kayak pejabat, minta dilayani. Kita melayani" kata Jokowi, Rabu (4/9/2019).


Jokowi memberi contoh, perusahaan petrokimia dari Taiwan yang mau berinvestasi di Indonesia sempat terkendala masalah tanah dengan Pertamina, padahal investasinya besar. Berikutnya Saudi Aramco yang enggan berinvestasi di Indonesia.

Jokowi meminta para pejabat pemerintahan bisa mendampingi investor dengan baik hingga investasi mereka benar-benar terealisasi. Pasalnya investasi ini penting untuk mengantisipasi kondisi perekonomian global yang mengarah ke resesi.

"Jadi tolong menteri-menteri ini memberikan pelayanan yang baik pada investasi-investasi yang memang itu menjadi sebuah solusi, dan jalan keluar yang tadi sudah saya sampaikan. Dampingi mereka sampai terealisasi," tegasnya.


Jokowi pun meminta para menteri menginventarisir perusahaan-perusahaan yang sudah buka pintu ke Indonesia tapi belum merealisasikan investasinya. Dia meminta dalam seminggu ini didata, termasuk permasalahan yang mengganjalnya.

"Nanti seminggu lagi saya minta list-nya sudah sampai di tangan saya," tambahnya.

Sentil Menteri Tak Layani Investor, Jokowi: Jangan Minta Dilayani!


Simak Video "Sejumlah Tokoh Merapat ke Istana, Ketua MPR Turut Memantau"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com