Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Sep 2019 16:54 WIB

8 BUMN 'Disuntik' Rp 17,73 T di 2020, PLN Paling Besar

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah mengajukan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 17,73 triliun untuk 8 BUMN tahun depan. Usulan itu pun disetujui oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Jumlah PMN yang diusulkan itu sedikit lebih rendah dari tahun ini, meskipun secara jumlah BUMN lebih banyak. Tercatat jumlah PMN tahun ini yang disetujui sebesar Rp 17,8 triliun untuk 3 BUMN.

Sebenarnya alokasi PMN tahun ini yang sudah pasti disalurkan untuk 7 BUMN. Sementara alokasi untuk 1 BUMN belum ditentukan. Namun yang pasti akan dipilih BUMN yang bertujuan untuk menguatkan neraca transaksi berjalan

"PMN yang totalnya Rp 17,73 triliun kami setujui," ujar Wakil Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah di ruang Banggar, gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/9/2019).


Berikut rincian 8 BUMN yang dapat PMN tahun depan:
  1. PT PLN (Persero) Rp 5 triliun, lebih rendah dari PMN 2019 Rp 6,5 triliun.
  2. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Rp 2,5 triliun, naik dari PMN 2019 Rp 800 miliar.
  3. PT Hutama Karya (Persero) Rp 3,5 triliun, turun dari PMN 2019 Rp 10,5 triliun.
  4. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) Rp 300 miliar
  5. PT Geo Dipa Energi (Persero) sebesar Rp 700 miliar
  6. PT PNM sebesar Rp 1 triliun
  7. PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero) sebesar Rp 3,8 triliun
  8. Belum ditentukan BUMN yang menerima PMN untuk penguatan neraca transaksi berjalan sebesar Rp 1 triliun.

8 BUMN 'Disuntik' Rp 17,73 T di 2020, PLN Paling Besar


Simak Video "Eks Dirut BRI Tolak Dirombak Jadi Bos BTN"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com