Was-was Gejolak Global, Pengusaha: Semoga Ekonomi RI Tak di Bawah 5%

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Rabu, 04 Sep 2019 18:42 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Ketidakpastian ekonomi di sejumlah negara di dunia turut mempengaruhi ekonomi negara lainnya. Perang dagang Amerika Serikat (AS)-China hingga pelemahan mata uang Yuan China dan Lira Turki mengancam resesi ekonomi dunia bakal benar-benar terjadi.

Wakil Ketua Kadin untuk Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan hal ini telah terasa pengaruhnya ke Indonesia. Imbasnya, dia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini tak bakal lebih dari 5%.

"Kalau saya lihat dari laporan world bank, itu menunjukkan keadaan yang kita harus benar-benar warning. Resesi terutama yang akan terjadi. Kta benar-benar harus mawas diri," katanya saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (4/9/2019).


Shinta mengatakan ekonomi Indonesia di angka 5% sudah cukup bagus jika melihat kondisi saat ini. Pertumbuhan investasi hingga akhir tahun diproyeksi tak bakal banyak membantu ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi dari angka tersebut.

"Kalau di atas 5% akan bagus sekali kalau bisa dicapai. Tapi kayaknya nggak bakal. Semoga (ekonomi Indonesia) nggak di bawah 5%" katanya.

Dia menjelaskan industri di dalam negeri saat ini sudah harus bersiap-siap agar tak terdampak ke dalam resesi yang kemungkinan terjadi. Untuk itu pihaknya akan mendorong misi-misi dagang ke negara baru yang non tradisional.

"Yang saya lebih khawatirkan adalah tahun depan. Karena se-optimisnya kita mau lakukan, semua indikator mengatakan akan ada slow down, terutama resesi tadi. Itu yang kita harus persiapkan," katanya.



Was-was Gejolak Global, Pengusaha: Semoga Ekonomi RI Tak di Bawah 5%


Simak Video "Ekonomi RI Minus, Jokowi Bandingkan dengan Negara Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/fdl)