ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Sep 2019 16:00 WIB

Biar Kapok, Denda Truk Obesitas Bakal Lebih dari Rp 400.000

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Truk kelebihan muatan/Foto: pasangmata.com Truk kelebihan muatan/Foto: pasangmata.com
Jakarta - Denda tilang bagi truk obesitas alias muatan berlebih (over dimension over load/ODOL) bakal ditambah. Upaya ini diambil supaya truk-truk obesitas kapok, dan kembali mengikuti aturan yang berlaku.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menjelaskan selama ini denda truk obesitas berkisar antara Rp 150 ribu-Rp 200 ribu, padahal denda maksimal Rp 500.000.

"Vonis denda buat overloading sekarang itu berkisar Rp 150-200 ribu itu mungkin kurang berikan efek jera, padahal denda maksimal Rp 500 ribu. Saya koordinasi juga ke penegak hukum lain, Untuk menyangkut denda yang diberikan, minimal bisa berikan efek jera," kata Budi di kantornya, Selasa (10/9/2019).


Rencananya, menurut Budi, aturan denda di Undang-Undang nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan akan direvisi, sehingga nanti denda di atas Rp 400 ribu, lebih tinggi dari Rp 500 ribu.

"Rencananya kita mau revisi UU 22, di situ maksimal Rp 500 ribu. Kita mau denda harus di atas Rp 400 ribu, denda maksimal pun bisa lebih dari Rp 500 ribu," tutur Budi.

Budi menambahkan truk obesitas menjadi faktor utama kecelakaan beruntun di Tol Cipularang beberapa hari lalu, dan proses pemeriksaan akan dilanjutkan hingga ke pemilik kendaraan.

"Soal kecelakaan di Tol Cipularang, pemeriksaan tidak hanya berhenti pada pengemudi saja, tapi pemeriksaan bisa juga diteruskan ke pemilik kendaraan, pemesan, karena itu overloading," kata Budi.



Biar Kapok, Denda Truk Obesitas Bakal Lebih dari Rp 400.000


Simak Video "Ingin Melintasi Jalur Nasional Bandung-Cimahi? Waspadai Lubang Galian Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com