ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 11 Sep 2019 18:00 WIB

BUMN Disebut Bikin Investor Ogah Lirik RI, Ini Respons Kementerian

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma-detikFinance Foto: Hendra Kusuma-detikFinance
Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengungkapkan ada beberapa 'penyakit' yang membuat investor enggan masuk Indonesia. Salah satunya, dominasi BUMN. Lantas, apa respons Kementerian BUMN?

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno pun bertanya balik apa dominasi BUMN.

"Dominasi di sektor apa yang beliau maksud? Apa bisa disebut satu saja sektor yang didominasi BUMN," katanya kepada detikcom lewat pesan singkat, Rabu (11/9/2019).

"Tapi yang beliau sebutkan soal regulasi, perpajakan, ketenagakerjaan, lahan. Bahkan BUMN saja tidak bisa bergerak," tambahnya.



Namun, dia bilang, BUMN tetap harus menjalankan program pemerintah. Sebab, BUMN milik negara.

"BUMN itu kan milik negara," ungkapnya.

Dalam rapat di Komisi VI DPR, Thomas Lembong menyebut ada 5 faktor yang jadi penghalang investor masuk. Ia menyebut dari masalah regulasi hingga BUMN.

"Pertama regulasi, kedua isu-isu perpajakan, ketiga isu-isu lahan dan bangunan, keempat isu terkait ketenagakerjaan, terakhir yang mencuat dalam 2 tahun adalah over dominasi dari BUMN," kata Thomas Lembong.



Simak Video "Eks Dirut BRI Tolak Dirombak Jadi Bos BTN"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com