Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 12 Sep 2019 11:33 WIB

Rasa Was-was Sri Mulyani di Balik Laporan Keuangan WTP Pemerintah

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Trio Hamdani Foto: Trio Hamdani
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyentil laporan keuangan kementerian/lembaga (KL). Menurutnya penyakit paling besar mereka adalah hanya semangat saat merencanakan dan memakai anggaran.

"Dalam pengelolaan keuangan negara kelemahan paling besar adalah seluruh K/L semangat saat merencanakan, lebih semangat lagi waktu menganggarkan, lebih semangat lagi waktu memakai anggaran," kata dia di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Setelah itu mereka tidak terlalu semangat melaporkannya, bahkan tak peduli untuk menggunakan laporan keuangannya untuk perencanaan ke depan.

"Sama sekali bahkan tidak peduli menggunakan laporan itu untuk perencanaan lagi," jelasnya.



Padahal harusnya hasil laporan keuangan itu bisa digunakan untuk perencanaan tahun-tahun ke depan.

"Jadi kalau bicara tentang siklus kita itu masih terpotong. Harusnya pelaporan dan pertanggungjawaban itu harus jadi feedback untuk perencanaan sehingga tahun-tahun ke depan jauh lebih baik," sebutnya.

Dia meminta agar kementerian/lembaga tidak sebatas mengejar status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan keuangannya. Dia khawatir laporan keuangan pemerintah yang memperoleh status WTP malah jadi bumerang bagi pemerintah karena merasa sudah baik.

"Yang saya khawatirkan saat dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dapat opini WTP itu tidak dipakai lagi dalam perbaiki perencanaan anggaran. Ini lah kelemahan kita," tambahnya.



Simak Video "Sindir Sri Mulyani, Prabowo: Rumus yang Salah Dipakai Terus"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com