Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 12 Sep 2019 12:15 WIB

Curhat Gubernur Maluku: Kami Termiskin dan Penggangguran Nomor 1 di RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Keindahan Alam Ternate seperti di Uang Rp 1000/Foto: Agung Pambudhy Keindahan Alam Ternate seperti di Uang Rp 1000/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Gubernur Maluku Murad Ismail menyatakan pelayanan publik menjadi salah satu masalah utama di Maluku. Dia meminta pemerintah pusat juga ikut memperhatikan masalah ini.

Dalam sesi pemberian masukan kepada Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) dalam konsultasi regional soal RPJMN 2020-2025 di Indonesia bagian timur, Murad menyatakan pihaknya meminta pelayanan pendidikan dan kesehatan Maluku bisa diperhatikan.

"Kita mau diperhatikan lagi soal pelayanan publik, terutama pendidikan dan kesehatannya. Keduanya sangat lambat pengembangannya dari dulu di sini," kata Murad di Hotel Santika, Ambon, Kamis (12/9/2019).



Murad bercerita dirinya pernah berbincang dengan dokter ahli kandungan. Saking kurangnya pelayanan publik kesehatan, angka kegagalan lahir di Maluku bisa sebesar 17%.

"Saya pernah bicara dengan dokter ahli kandungan, kalau seorang ibu Maluku mau lahirkan tingkat kematiannya 17%. Jadi kalau nggak ibunya ya anaknya berpotensi mati," kata Murad.

Selain masalah pelayanan publik, Murad juga menyoroti pembangunan sumber daya manusia di Maluku. Menurutnya, angka kemiskinan dan pengangguran Maluku berada di tiga tertinggi se-Indonesia.

"Perkara lainnya itu, Maluku termiskin nomor tiga dari 34 provinsi. Kedua Maluku ini penganggurannya nomor satu, ini masalah Maluku," kata Murad.



Simak Video "Polwan di Maluku Diciduk karena Terindikasi Terorisme"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com