Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Sep 2019 07:01 WIB

Suap Demi Keterima Jadi PNS Sudah Dianggap Wajar?

Hendra Kusuma - detikFinance
Halaman 1 dari 4
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) akhirnya angkat suara terkait dengan hasil survei yang menyatakan bahwa masyarakat menganggap praktik suap untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) merupakan hal yang wajar.

Anggapan masyarakat itu berdasarkan dari hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun, hasil survei tersebut memang dipublikasikan satu kali setiap tahunnya. Nama survei tersebut adalah Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia di 2019.

BPS mencatat IPAK Indonesia di 2019 sebesar 3,70 pada skala 0 sampai 5. Angka itu lebih baik dari catatan di tahun sebelumnya sebesar 3,66.

"Semakin tinggi IPAK ini semakin bagus. Kita berharap angka 3,6 sampai 5. Kalau di level itu jadi semangat anti korupsinya lebih tinggi," kata Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Lantas apa yang membuat masyarakat beranggapan bahwa pemberian uang atau suap saat ingin menjadi PNS merupakan hal yang wajar? Simak selengkapnya di sini:

(hek/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com