Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Sep 2019 11:26 WIB

Ketum Kadin: RUU KPK Bikin Iklim Investasi Makin Kondusif

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Revisi Undang-Undang (RUU) KPK telah disahkan oleh DPR. Presiden Joko Widodo selaku pihak pemerintah juga ikut mendukung RUU KPK tersebut.

Meski banyak menimbulkan penolakan dari masyarakat, sebagian kalangan justru mendukung RUU tersebut. Salah satunya dari kalangan dunia usaha.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani menilai iklim investasi akan lebih baik dengan disahkannya RUU KPK. Menurutnya dunia usaha akan lebih nyaman.

"Iklim investasi akan makin baik tanpa banyak peraturan atau aturan yang membuat orang merasa tidak nyaman untuk berinvestasi. Selama sesuai dengan koridor hukum yang berlaku," ujarnya kepada detikcom, Rabu (18/9/2019).


Rosan menilai kesepakatan yang tercipta antara pemerintah dan DPR untuk mengesahkan RUU KPK harus dihormati. Dia yakin dunia usaha akan lebih baik jika semua berjalan harmonis.

"Dunia usaha akan berjalan lebih baik apabila sesuai dengan azas mutual benefits dan berjalan dengan kesepakatan bersama yang harus dihormati," tambahnya.

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai kinerja KPK selama ini menimbulkan efek samping. Salah satunya, kata JK, pejabat-pejabat pemerintah dan BUMN yang terlalu takut mengambil kebijakan.

"Ada kadang-kadang side effect-nya kita melihatnya. Jadi pemerintah dan DPR tidak melihat fokus KPK, tidak. Berapa orang ditangkap, Ini tidak. Melihat secara keseluruhan negeri ini," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019).


"Salah satu efeknya bahwa di samping keberhasilan, juga punya efeknya kalau dulu pejabat negara atau BUMN atau apapun itu dia sangat hati-hati. Sekarang bukan lagi hati-hati, (tapi) rasa takut luar biasa," imbuh dia.

JK menyebut ketakutan pejabat mengambil kebijakan justru menimbulkan masalah baru. Dia ingin revisi UU KPK diperbaiki.

Simak Video "Jokowi: UU KPK Sudah Berusia 17 Tahun, Butuh Penyempurnaan"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com