Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 19 Sep 2019 13:05 WIB

Jelajah Ibu Kota Baru

Ragam Transportasi di Ibu Kota Baru RI, Ada Angkot hingga Ojol

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: M. Abdurrosyid Foto: M. Abdurrosyid
FOKUS BERITA Jelajah Ibu Kota Baru
Penajam Paser Utara - Moda transportasi di calon ibu kota baru Indonesia terdiri atas beberapa pilihan. Bus, angkutan umum, hingga ojek opnline (ojol) bisa menjadi pilihan transportasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim). PPU menjadi bagian dari calon ibu kota baru Indonesia selain Kabupaten Kutai Kartanegara, Kecamatan Samboja.

Mengutip data pembangunan Kabupaten PPU, Pada tahun 2017 terdapat armada bus sebanyak 5 buah, mobil penumpang umum sebanyak 248 dan mobil barang sebanyak 2.253. Tingkat keberangkatan kendaraan penumpang umum di Terminal Penajam sebesar 4.381 sedangkan yang tiba sebanyak 3.925. Sedangkan jumlah penumpang yang berangkat melalui terminal penajam sebanyak 53.898 dan yang tiba sebanyak 36.421.

Angkutan Umum di Penajam Paser UtaraAngkutan Umum di Penajam Paser Utara Foto: Rakhmad/detikcom

Selain transportasi darat di PPU juga terdapat speed boat dan kapal feri yang bisa mengantarkan masyarakat dari PPU ke Balikpapan dan sebaliknya. Pada tahun 2017 jumlah speed boat yang tiba sebanyak 14.728, dan yang berangkat sebanyak 17.270, kelotok yang berangkat sebanyak 18.692 sedangkan yang tiba sebanyak 16.902. Jumlah penumpang yang tiba di dermaga Penajam adalah 355.929 orang dan yang berangkat adalah 335.612 orang.


Selain transportasi konvensional, di PPU juga terdapat ojol. Namun, ojol di wilayah ini bukan Gojek ataupun Grab, melainkan Jamride. Jamride merupakan ojol yang khusus beroperasi di PPU.

detikcom sempat mencoba Jamride saat menjelajahi calon ibu kota baru Indonesia. Jamride menerapkan sistem kemitraan layaknya Gojek dan Grab yang sudah ada di kota-kota besar. Pengemudinya alias driver mengenakan jaket yang bagian belakangnya bertuliskan Jamride.

Transportasi di Ibu Kota Baru RI, Ada Angkot hingga OjolFoto: Ardan Adhi Chandra

Hermansyah, salah satu driver Jamride mengatakan bahwa ojol ini sudah ada sejak awal 2019. Ia sendiri bergabung pada Maret 2019 karena kena PHK.

"Sebelumnya perusahaan cuma kemairn kena PHK," katanya saat berbincang dengan detikcom pekan lalu.

Hermansyah menjelaskan untuk menjadi mitra Jamride hanya perlu datang ke kantor membawa KTP, SIM C, dan motor. Lowongan untuk menjadi mitra Jamride juga banyak dibagikan di media sosial.

"Syaratnya mudah aja KTP PPU, SIM C, motor sendiri, dan STNK yang masih berlaku," ujarnya.


Namun, jumlah penumpang ojol di PPU masih terbilang sedikit. Per harinya, Herman hanya mampu mengangkut 6-7 penumpang. Kalau sedang ramai, bisa 13 penumpang yang memesan jasanya per hari.

Jamride sendiri baru beroperasi di tiga kecamatan PPU, yaitu Penajam, Waru, dan Babulu. Sedangkan di Sepaku yang disebut menjadi titik ibu kota baru belum ada ojol yang beroperasi.

"Operasi Jamride 24 jam, tapi mungkin ada istirahatnya. Kurang lebih masih ada jam 7 pagi sampai jam 12 malam," tuturnya.

Untuk mencoba layanan Jamride, anda bisa mengunduh aplikasinya terlebih dahulu di Playstore dengan mengetik Jamride PPU. Layanan aplikasi ini juga serupa dengan Gojek dan Grab, di antaranya layanan transportasi motor dan mobil, pemesanan makanan, belanja, pengiriman barang, hingga ada dompet digital JAM-PAY.


Ragam Transportasi di Ibu Kota Baru RI, Ada Angkot hingga Ojol


Simak Video "Selamat Datang di Pelabuhan Penajam, Gerbang Selatan Ibu Kota Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ang)
FOKUS BERITA Jelajah Ibu Kota Baru
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com