Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 21 Sep 2019 16:32 WIB

Tanah RI Subur Tapi Impor Pangan, Ma'ruf Amin: Ini Pertanyaan Besar

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Wakil Presiden Terpilih sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengaku ironis melihat Indonesia yang dikaruniakan tanah subur namun harus melakukan impor beberapa kebutuhan pangan. Hal itu diungkapkannya saat membuka dan meresmikan acara Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan di Gran Sahid Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9/2019).

Ma'ruf Amin mengungkapkan, Indonesia merupakan negara dengan tanah yang subur dan memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Bahkan dengan kekayaan tersebut, Indonesia sampai dijajah oleh bangsa lain.

"Kekayaan dan kesuburan tanah menjadi daya tarik bagi bangsa lain datang ke Indonesia, karena Indonesia pernah menjadi rebutan bangsa lain untuk dirampas kekayaannya melalui penjajahan," kata Ma'ruf Amin.



Tanah yang subur dan didukung iklim yang baik, maka segala jenis tanaman pangan bisa tumbuh dengan baik sepanjang tahun. Saking suburnya, lanjut Ma'ruf Amin, ada istilah bahwa satu buah tingkat pun jika ditanam akan tumbuh.

Namun kesuburan tanah yang dimiliki Indonesia belum termanfaatkan dengan optimal. Tercatat, Indonesia masih melakukan impor untuk beberapa komoditas pangan.

"Indonesia negara agraris. Ironis kalau negeri yang subur harus impor pangan dari negara lain. Ini menjadi pertanyaan besar. Ini anomali kalau subur tapi impor," tegas dia.



Simak Video "Ma'ruf Amin Dorong Indonesia Jadi Produsen Produk Halal Terbesar Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com