Terpukul BBM, Kepercayaan Konsumen Jatuh ke Titik Terendah
Sabtu, 29 Okt 2005 12:08 WIB
Jakarta -
Meroketnya harga BBM benar-benar memukul konsumen. Alhasil, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada Oktober terpuruk 18 persen ke titik terendah sepanjang pelaksanaan survei sejak tahun 1999. IKK jatuh berada di posisi 73,3, didorong oleh anjloknya Indeks Situasi Sekarang (ISS) sebesar 24,6 persen dan jatuhnya Indeks Ekspektasi (IE) sebesar 14,6 persen.Kepercayaan konsumen terhadap pemerintah juga turun drastis yang ditunjukkan oleh Indeks Kepercayaan Konsumen Terhadap Pemerintah (IKKP) yang merosot sebesar 16,2 persen menjadi 108,8 dari bulan sebelumnya. Demikian diungkapkan Purbaya Yudhi Sadewa, pimpinan Danareka Research Institute (DRI) mengenai hasil survei DRI bulan Oktober yang diterima detikcom, Sabtu (29/10/2005).DRI melakukan penelitian mengenai pergerakan ekonomi dengan mengukur niat konsumen dalam belanja sehingga bisa diprediksi pola belanjanya. IKK juga untuk melihat kejadian-kejadian yang mempengaruhi pola belanja tersebut. Terpuruknya kepercayaan konsumen tercermin dari minat pembelian barang tahan lama (durable goods) yang melemah di bulan Oktober. Survei menunjukkan, proporsi konsumen yang berencana membeli barang tahan lama dalam enam bulan mendatang turun drastis dari 19,6 persen pada bulan September menjadi 14,3 persen, yang merupakan persentase terendah sepanjang pelaksanaan survei.Jatuhnya kepercayaan konsumen memberikan sinyal yang kuat bahwa konsumen sudah sangat terpukul oleh kenaikan harga BBM. Jika kepercayaan konsumen gagal bergerak naik lagi dan tetap pada posisi terendah saat ini, maka dalam bulan-bulan mendatang konsumen kemungkinan besar akan mulai mengurangi belanja barang tahan lama.Jika kondisi ini terjadi dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi perekonomian yang gilirannya bisa menahan laju ekspansi ekonomi Indonesia. Apalagi sekitar 65 persen dari perekonomian Indonesia disumbang oleh konsumsi rumah tangga.Namun, Purbaya menilai pesimisme konsumen tidak serta merta dapat diartikan bahwa memburuknya fundamental ekonomi akan terjadi. Menurutnya, jatuhnya kepercayaan konsumen lebih disebabkan oleh reaksi spontan konsumen terhadap kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM, yang menyebabkan kehidupan kebanyakan konsumen di Indonesia semakin sulit.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































