Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 22 Sep 2019 17:35 WIB

Lipsus Perias Jenazah

Mau Jadi Perias Jenazah, Begini Tipsnya

Danang Sugianto - detikFinance
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Perias mayat mungkin sebuah profesi yang jarang didengar. Tapi jangan anggap remeh profesi ini. Sama dengan perias manusia hidup, perias jenazah bisa menjadi sumber penghidupan.

Bagi beberapa penganut agama, riasan jenazah dianggap salah satu hal yang penting dalam rangkaian prosesi upacara kedukaan. Apalagi biasanya rangkaian acara kedukaan untuk yang beragama nasrani bisa berhari-hari lamanya.

Keluarga yang ditinggalkan tentu ingin jenazah tampil baik selama prosesi berlangsung. Sebagian juga meyakini mendandani jenazah sama dengan memberikan penghormatan untuk mengantarkan jenazah ketika menemui sang pencipta.

Gloria Elsa Hutasoit adalah salah satu yang menekuni profesi merias jenazah. Elsa memang sudah dikenal sebagai perias wajah tanpa memungut sedikit pun bayaran. Sejak awal dia menjalani profesi ini pada 2016, dia sudah bernazar bahwa dia akan merias jenazah secara gratis. Meski begitu menurutnya profesi sebagai perias jenazah terbilang cukup menguntungkan.

"Sangat bisa untuk jadi profesi. Ada kok perias jenazah yang sampai bisa punya mobil," tuturnya kepada detikcom.

Memang biasanya jika orangtua meninggal yang akan merias wajahnya adalah anak perempuan ataupun menantunya. Tapi ternyata banyak juga yang memilih untuk menggunakan jasa perias wajah. (das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com