Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 23 Sep 2019 17:16 WIB

Cukai Naik Ancam Industri Rokok, Menaker: Jangan Ada PHK

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Dok Kemnaker Foto: Dok Kemnaker
Jakarta - Kenaikan cukai rokok 23% dan harga jual eceran (HJE) 35% tahun depan membuat pelaku industri hasil tembakau harus melakukan rasionalisasi. Salah satunya pengurangan karyawan alias pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri meminta agar rencana tersebut tidak dilakukan oleh industri hasil tembakau sebagai siasat masing-masing perusahaan dalam menyikapi kenaikan cukai.

"Ya itu tergantung, tergantung dari siasat industrinya. Kalau kita sih mintanya jangan ada PHK lah, walaupun cukainya naik," kata dia di Kantor Kementerian Keuangan usai acara Forum Indonesia Economic Outlook 2020, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Hanif meminta para pengusaha di industri rokok tidak mem-PHK karyawannya dengan alasan tertentu. Itu terkait dengan kondisi dari tenaga kerja di bidang tersebut. Ada dua alasan yang diungkapkan Hanif.

"Karena di industri rokok itu, itu kan didominasi oleh pekerja perempuan, terus kemudian dari sisi umur juga relatively sudah, apa bahasanya, berumur lah," jelasnya.



Alasan kedua, lanjut dia yaitu rata-rata buruh di industri rokok memiliki tingkat pendidikan yang terbatas. Entah bagaimana nasib mereka jika kena PHK. Untuk itu lah diharapkan tidak ada pengurangan tenaga kerja.

"Kedua dari sisi pendidikan ya secara relatif sangat terbatas. Ya makanya kita dorong agar mereka bisa mempertahankan itu," tambahnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Henry Najoan mengatakan sudah santer terdengar rencana efisiensi tenaga kerja dengan mengurangi karyawan.

Namun dirinya belum mendapatkan laporan resmi dari para anggota GAPPRI. Dia masih menunggu tiga bulan ke depan untuk mengumpulkan informasi tersebut.

"Oh belum karena kan peraturan itu belum keluar. Tapi suara itu sudah santer. Nah bagaimana, akan terlihat itu paling tidak 3 bulan ke depan," kata dia di Kantor GAPPRI, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019).



Simak Video "Usai Jadi Menaker, Hanif Ingin Buat Novel Percintaan"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com