7,8 Juta Data Penumpang Lion Air Bocor, Paling Banyak dari Malaysia

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 26 Sep 2019 16:33 WIB
Foto: M Bakrie/detikcom
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan pertemuan dengan pihak Malindo Air member of Lion Air Group terkait data penumpang yang bocor. Dari pertemuan itu diketahui data yang tersebar paling banyak milik penumpang Malaysia.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan pihaknya telah bertemu perwakilan Malindo Air untuk memastikan bahwa data penumpang khususnya yang terkait dengan warganegara Indonesia sudah diamankan.

"Pertemuan dengan perwakilan Malindo Air untuk memastikan bahwa data penumpang khususnya yang terkait dengan warganegara Indonesia sudah diamankan," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (26/9/2019).

Dia menjelaskan, dari 7,8 juta data yang bocor paling banyak milik penumpang Malaysia.


"Dari hasil investigasi awal yang dilakukan oleh pihak independen, terdapat sekitar 7,8 juta penumpang yang terkait kasus kegagalan perlindungan data pribadi yang terdiri dari beberapa kewarganegaraan antara lain 66% dari Malaysia, 4% dari India dan 2% dari Indonesia,"

Setu juga mengatakan, pihak Jabatan Perlindungan Data Pribadi (JPDP) Malaysia meminta Malindo Air untuk berkoordinasi terkait kebocoran data tersebut.

"Dirjen JPDP Malaysia menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta Malindo Air untuk melakukan koordinasi dengan otoritas perlindungan data pribadi di 18 negara di mana dari hasil investigasi awal ditemukan kebocoran data pribadi yang berasal dari 18 kewarganegaraan," katanya.

"Enam di antaranya merupakan negara-negara ASEAN yaitu Malaysia, Indonesia, Singapura, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja," sambungnya.



Simak Video "Lion Air Buka Suara Terkait Pengurangan Tenaga Kerja 2.600 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)