Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 27 Sep 2019 23:15 WIB

Ekonomi RI Tumbuh di Kisaran 5%, BI: Bagus, tapi Nggak Strong

Vadhia Lidyana - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Kuta - Bank Indonesia (BI) menargetkan ekonomi Indonesia tahun ini tumbuh di kisaran 5,1-5,4%. Namun, di tengah perlambatan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai kurang kuat.

"Dengan adanya situasi dan kondisi global ini, pertumbuhan Indonesia turut terpengaruh global yang kurang menguntungkan. Pertumbuhan ekonomi kita melandai, masih ada prospek naik tapi tidak begitu kuat. Masih bagus, tapi nggak strong," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko di The Anvaya Beach Resort, Bali, Jumat (27/9/2019).

Menurut Onny, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi seperti yang ditargetkan masih perlu kerja keras. Pasalnya, faktor pendongkrak pertumbuhan ekonominya juga tak terlalu kuat.

"Untuk mencapai target antara 5,1-5,4% itu faktor-faktor untuk mencapai target itu masih terbatas. Misal konsumsi masih di 5% dan investasi menurun. Faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi itu tidak kuat," terang Onny.


Selain itu juga, investasi asing, kata Onny tumbuh melambat atau menurun. Pertumbuhan investasi di triwulan II-2019 diperkirakan belum kuat, khususnya investasi non bangunan. Sementara investasi bangunan cukup baik karena didorong oleh pembangunan proyek strategis nasional.

"Investasi cenderung menurun, tumbuhnya lambat," ucapnya.

Ia juga menilai kinerja ekspor belum membaik karena permintaan global dan harga komoditas menurun.

"Kinerja ekspor juga belum membaik," tutur Onny.

Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah mencari upaya baru penggerak ekonomi, salah satunya melalui sektor pariwisata.

Ia membeberkan, rata-rata belanja wisata masyarakat Indonesia per tahun mencapai Rp 19,5 triliun dengan pertumbuhan sebesar 5,08 %. Angka tersebut menunjukkan bahwa potensi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional cukup besar.

"Daya tahan domestik demand bisa ditopang dengan adanya sumber pertumbuhan ekonomi baru seperti pariwisata," tandas dia.



Simak Video "Hati-hati! Uang Mahar Nikah Jangan Dilipat"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com