googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 01 Okt 2019 11:27 WIB

Harga Cabai hingga Ayam Turun Tajam Bikin September Deflasi

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Tri Ispranoto Foto: Tri Ispranoto
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang September 2019 terjadi deflasi sebesar 0,27%. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan deflasi didorong oleh faktor anjloknya harga sejumlah bahan pangan pada bulan lalu.

Kelompok bahan makanan tercatat menyumbangkan deflasi sebesar 1,97%. Sementara inflasi disumbangkan oleh kelompok sandang.

"Bahwa terjadi deflasi untuk bahan makanan lebih disebabkan penurunan harga berbagai komoditas bumbu-bumbuan dan daging ayam ras," kata Suhariyanto di kantornya, Selasa (1/10/2019).



Suhariyanto bilang komoditas yang dominan andil kepada deflasi salah satunya adalah cabai merah. Harga cabai merah turun tajam, di mana andilnya kepada deflasi mencapai 0,19%.

Kemudian harga bawang merah, andilnya 0,07%, daging ayam ras andilnya 0,05%, cabai rawit 0,03%, dan telur ayam ras andil 0,02%.

Sementara komoditas yang beri sumbangan inflasi di antaranya beras, emas, hingga transportasi dan komunikasi.

"Harga emas sedang booming, kenaikan harga emas sumbang inflasi 0,04%. Kenaikan harga emas perhiasan terjadi di 78 kota IHK, di mana kenaikan tertinggi di Cirebon 10% dan Surakarta 9%," katanya.



Simak Video "BPS: Indeks Demokrasi Indonesia Naik Dibanding Tahun 2017"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com