Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 01 Okt 2019 14:12 WIB

RI 'Diserbu' Demo Sepekan Penuh, Ngaruh ke Inflasi Nggak?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Gelombang demonstrasi terjadi di berbagai daerah di Indonesia selama sepekan terakhir. Beberapa aksi demonstrasi bahkan berakhir dengan ricuh, termasuk di Jakarta.

Apakah hal ini berpotensi menimbulkan inflasi di masyarakat?

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan pihaknya tak melihat adanya kenaikan harga barang-barang imbas demonstrasi selama sepekan terakhir. Untuk itu, dia berharap demonstrasi bisa berlangsung dengan tertib agar penyaluran barang-barang bisa tetap lancar sehingga harga terjaga.

"Ada gejolak-gejolak kecil yang kita harapkan berlalu. Demo boleh, tapi nggak boleh rusuh asal disalurkan tertib. Saya pikir nggak ada dampaknya (ke inflasi) karena beberapa spot," kata dia saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (1/10/2019).



Distribusi barang dan jasa transportasi yang berjalan relatif normal seharusnya bisa tetap menjaga inflasi. Pasalnya sisi suplai dan distribusi aktivitas produksi tak terganggu selama demonstrasi.

Namun pada saat demonstrasi pekan lalu, salah satu jalur transportasi tercatat terhambat oleh aktivitas unjuk rasa. Tol dalam kota tercatat beberapa kali ditutup.

"Seberapa jauh demo sampai menyebabkan chaos harga barang-barang tinggi, itu tidak langsung, saya pikir ini tidak seperti itu," kata Suhariyanto.

BPS mencatat sepanjang September terjadi deflasi sebesar 0,27%. Deflasi terjadi karena andil harga bahan pokok dan pangan yang turun tajam sepanjang bulan lalu.



Simak Video "Imbas Hiperinflasi, Warga Venezuela Beli BBM Pakai Rokok"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com