Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 04 Okt 2019 18:22 WIB

Sri Mulyani Masih Putar Otak Cari Tambahan Subsidi Rumah Murah

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi/Foto: dok. BTN Ilustrasi/Foto: dok. BTN
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih memutar otak untuk menemukan skema yang tepat dalam menambah anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP). Anggaran subsidi bunga ini dimanfaatkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dirjen Kekayaan Negara, Isa Rachmatarwata mengatakan Kementerian PUPR meminta tambahan anggaran FLPP sebesar Rp 2 triliun.

"Ini sedang kita carikan jalan bagaimana kita bisa tambah," kata Isa di kantor DJKN, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Isa mengatakan tambahan anggaran FLPP tidak bisa begitu saja dilakukan dari uang negara. Pasalnya, jika dipenuhi melalui uang negara, maka risikonya Pemerintah harus melakukan APBN-Perubahan.

"Jadi tentunya tidak bisa menambah seenak-enaknya, perlu ada APBN-P, kalau melihat waktu saya tidak yakin melakukan APBN-P dengan segera," ujar dia.



Isa menceritakan tambahan anggaran FLPP yang sebesar Rp 2 triliun bisa dipenuhi oleh PT SMF sebesar Rp 500 miliar, sehingga sisanya sebesar Rp 1,5 triliun harus dicarikan jalan agar bisa dipenuhi.

Apalagi, dikatakan Isa bahwa pihak pengembang telah meminta kepada pemerintah agar segera memenuhi tambahan anggaran FLPP guna bisa membangun rumah hingga akhir tahun 2019.

Adapun anggaran tambahan mencapai Rp 2 triliun yang bisa dimanfaatkan hingga akhir tahun 2019 ini untuk 20.000 unit rumah.

"Jadi harus ada jalan keluarnya," ungkap dia.



Simak Video "Berapa Harga Baru Rumah Bersubsidi Bebas PPN?"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com