Sindiran Keras soal Korupsi Bos BUMN: Sakit Jiwa hingga Pengkhianatan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 05 Okt 2019 09:30 WIB
4.

Perilaku Individu, Tak Terkait Institusi

Sindiran Keras soal Korupsi Bos BUMN: Sakit Jiwa hingga Pengkhianatan
Foto: Ardian Fanani/detikcom

Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku tidak mengetahui godaan apa yang berhasil membuat para bos perusahaan pelat merah terciduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, BUMN sendiri sudah bekerja sama dengan lembaga antirasuah dalam mencegah tindakan korupsi.

Berikut pernyataan lengkap Rini seputar bos-bos BUMN terbeli kasus korupsi disampaikan usah rapat di Istana Presiden, Kamis (3/10/2019).

Rini keluar Istana Kepresidenan melalui jalur belakang komplek. Awalnya Rini tidak ingin memberikan pernyataan.

"Apa? No comment," sahut Rini ketika dihampiri oleh awak media.

Namun, orang nomor satu di BUMN ini pun mau memberikan pernyataan mengenai banyaknya bos perusahaan pelat merah yang terciduk KPK. Berikut petikannya:


Banyak BUMN yang ketangkap KPK, bagaimana Bu?

Lho, jangan gitu, Anda ngomongnya jangan BUMN, kita bicara itu perorangan, kita selalu menjunjung tinggi proses hukum. Tapi harap dilihat adalah itu urusan perorangan, dari awal kita si BUMN, saya mengeluarkan Keputusan Menteri bagaimana kita harus bekerja dengan transparan dengan benar, itu semua kita lakukan.


Pengawasannya terhadap petinggi BUMN bagaimana?

terus, kita selalu melakukan pengawasan tapi memang kita juga kerja sama dengan KPK, kita bekerja sama dengan KPK sejak awal membuat program-program supaya BUMN ini juga jelas rambu-rambunya.


Tindakan tegas apa Bu?

Lho kan langsung, langsung diberhentikan.


Evaluasinya bagaimana, agar tidak terulang?

Gini lho, masalahnya kita bicara itu adalah perorangan, anda bisa tahu nggak hati orang? kita menganalisa seoptimal mungkin, kita melihat kemampuannya, kita melihat jejaknya yang kita anggap bagus. Tapi kita tidak tahu hati seseorang, kita tidak tahu godaan apa yang membuat mereka akhirnya lupa, itu kan yang harus kita terus ingatkan, dalam pertemuan kita, ada programnya, ada sistemnya, ada internal auditnya, dewan komisarisnya juga mempunyai fungsinya, jejaknnya itu ada dewan komisaris, direksi, itu semua ada internal auditnya, kita bekerja sama dengan KPK juga.

(hns/hns)