Ada 7 Pabrik Minyak Curah di Jakarta, Ini Rantai Distribusinya

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 07 Okt 2019 16:40 WIB
Foto: Fauzan Kamil/Tim Infografis
Jakarta - Pemerintah bakal melarang peredaran minyak goreng curah mulai Januari 2020 mendatang. Sehingga, mulai tahun depan seluruh minyak goreng dijual dalam bentuk kemasan, alasannya tidak lain soal kesehatan.

Sebenarnya, dari mana pedagang mendapatkan pasokan minyak curah?

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengungkapkan, saat ini ada 7 pabrik minyak curah yang tersebar khusus di daerah Jakarta.


Untuk peletakkannya sendiri, ia bilang dipinggiran Jakarta. Salah satunya di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Banyak di Jakarta kan ada 7 pabrik. Di pinggir-pinggir Jakarta. Tanjung Priok, di daerah sana lah Jakarta utara," ungkap Ngadiran saat dihubungi detikcom, Senin (7/10/2019).


Sebagai pedagang, Ngadiran mengaku selama ini mendapat pasokan minyak curah dari eceran.

"Kalau saya ngambil eceran," tutur Ngadiran.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa awalnya kebutuhan minyak curah tersedia dari pabrik. Kemudian, dari pabrik akan dikirim ke agen, dari agen lah minyak curah pindah ke tangan pedagang di pasar.

"Dari pabrik ngirim ke agen. Baru kita beli ke agen," tuturnya.


Dalam sehari, Ngadiran mengaku menghabiskan rata-rata minyak curah sebanyak 2 jerigen besar ukuran 16 kg per hari, bahkan tidak jarang lebih.

"Kalau kita tergantung laris enggaknya aja. Kadang sehari 2 jerigen, kadang 1 jerigen, kadang lebih. Nggak tentu," tutupnya.

Simak Video "Akan Dilarang Pemerintah, Berikut Bahaya Minyak Goreng Curah"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)