Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 10 Okt 2019 22:30 WIB

e-Commerce di RI Pesat, 2025 Diprediksi Bernilai US$ 130 Miliar

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Sri Mulyani di Acara Tokopedia (Trio Hamdani/detikFinance) Foto: Sri Mulyani di Acara Tokopedia (Trio Hamdani/detikFinance)
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia pesat. Bahkan berdasarkan data yang dia peroleh hasil pertumbuhan bernilai US$ 130 miliar di 2025. Angka tersebut setara Rp 1.820 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Dari data yang jadi rujukannya juga, Sri Mulyani mengatakan nilai ekonomi digital di Indonesia mencapai US$ 40 miliar atau setara Rp 560 triliun di 2019 ini.

"Kalau dilihat dari statistiknya, tahun 2019 mencapai US$ 40 billion. Potensinya di Indonesia bisa mencapai US$ 130 billion pada tahun 2025," kata dia saat membuka diskusi publik bertajuk 'Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian lndonesia' di Djakarta Theater, Kamis (10/10/2019).


Menurut Sri Mulyani pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia merupakan salah satu yang terpesat di Asia Tenggara bahkan mungkin di dunia.

"Kita katakan bahwa Indonesia merupakan salah satu dari negara di Asia, atau Asia Tenggara atau bahkan di dunia di mana growth dari ekonomi digitalnya termasuk yang tercepat, growth by 40% setiap tahunnya. Ini merupakan angka yang membuat kita semua iri," sebutnya.

Pertumbuhan ekonomi digital membuat iri karena menurutnya pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan saja cuma sekitar 5%. Jadi pertumbuhan ekonomi digital sebesar 40% dia nilai sebagai hal yang hebat.

"Jadi kalau kita bicara ada suatu sektor dan kegiatan ekonomi yang bisa tumbuh 40% di hari gini itu adalah sesuatu yang luar biasa," tambahnya.



Simak Video "Lenggak-lenggok Sri Mulyani Tirukan Gerakan Tarian Anak STAN"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com