Cina-AS Akhirnya Capai Mufakat Soal Ekspor Tekstil
Selasa, 08 Nov 2005 16:58 WIB
Jakarta - Membanjirnya produk tekstil dari Cina membuat para pengusaha AS berang. Cina-AS pun sempat bersitegang soal tekstil. Namun kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan soal pembatasan pertumbuhan ekspor tekstil Cina. Hal tersebut disampaikan perwakilan perdagangan AS, Rob Portman dalam konferensi pers seperti dilansir dari AFP, Selasa (8/11/2005). Dalam kesempatan konferensi pers itu, Portman didampingi oleh Menteri Perdagangan Cina Bo Xilai yang mewakili Presiden Cina Hu Jintao yang dijadwalkan akan mengunjungi London.Produk tekstil Cina sendiri terus merangsek ke AS setelah sistem kuota ekspor dunia berakhir 1 Januari 2005 lalu. Membanjirnya produk tekstil dari Cina ini dikeluhkan para pengusaha tekstil AS. Akibat pangsa pasarnya berkurang, para pengusaha tekstil AS mengaku terpaksa merumahkan ribuan karyawannya. Pada Senin (7/11/2005), pejabat AS telah memberikan sinyal bahwa kedua belah pihak bakal mencapai kesepakatan. Asosiasi Pengusaha Tekstil Cina pun memberi indikasi yang sama soal tercapainya kesepakatan. Cina disebut-sebut bersedia membuat konsesi untuk masa sistem kuota baru tekstil ini. Hal tersebut memungkinkan AS untuk menentukan pembatasan masuknya tekstil dan produk tekstil dari Cina hingga 2008, atau lebih lama dibandingkan usulan dari Cina pada tahun 2007. Asosiasi juga memberikan indikasi, dalam kesepakatan tersebut AS memberikan persetujuan untuk peningkatan ekspor tekstil Cina secara bertahap yakni sebesar 8-10 persen pada tahun 2006, 13 persen pada tahun 2007 dan 17 persen pada tahun 2008.
(qom/)











































