Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 15 Okt 2019 12:00 WIB

Mau Ekspor Dekorasi Rumah ke Belanda? Ada Pelatihannya Nih

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Vadhia Lidyana/detikcom Foto: Vadhia Lidyana/detikcom
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) Belanda hari ini menandatangani perpanjangan kerja sama dalam pelatihan pengembangan ekspor produk home decoration untuk para UMKM di seluruh Indonesia.

Pelatihan ini dilakukan untuk melancarkan kegiatan ekspor UMKM Indonesia ke Belanda, dengan bentuk pelatihan manajemen kerja yang berdasarkan pada aspek sustainability atau keberlangsungan.

"Kerja sama ini berlangsung selama 5 tahun sejak tahun 2019-2024 yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas eksportir Indonesia di sektor produk dekorasi rumah khususnya untuk meningkatkan daya saing ekspor dan tanggung jawab sosial dari UMKM Indonesia sehingga lebih mudah masuk ke pasar Eropa," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Dody Edward, di Jakarta, Selasa (15/10/2019)

Dody mengatakan, CBI memang hanya berorientasi pada impor. Sehingga, CBI ini akan turun langsung dalam pelatihan kepada UMKM Indonesia sehingga produk-produk yang masuk ke Eropa menyesuaikan permintaan pasar.

Menanggapi hal tersebut, Managing Director CBI Belanda Hans Obdeijn mengatakan, permintaan pasar di Belanda maupun Eropa memang menuntut adanya aspek sustainability dalam setiap produk yang beredar. Sehingga, dalam kerja sama ini pihaknya memberi tahu secara langsung aturan-aturan yang berlaku di pasar Eropa.


"Harapannya setelah perjanjian ini selesai lima tahun ke depan, Indonesia sudah bisa melakukannya sendiri, dan tak lagi memerlukan kami," jelas Hans.

Adapun pelatihannya ini dimulai dari cara mengambil bahan baku untuk produk home decoration, cara mengolahnya, cara membuang limbahnya, dan juga dalam menyikapi karyawannya.

Perlu diketahui, Belanda menempati peringkat pertama di Eropa sebagai pasar terbesar untuk ekspor produk home decoration Indonesia dengan marketshare sebesar 22.34%. Jumlah ekspor dari tahun 2014-2018, yaitu meningkat 3,38%.

Adapun jumlah pelaku UMKM yang sudah mengikuti pelatihan ini sejak 2014 sebanyak 11 UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan perpanjangan program ini, sekarang ada 90 UMKM yang telah mendaftar dan akan ikut pelatihan selama 5 tahun ke depan.


Target Ekspor

Kemendag sendiri menargetkan ekspor produk dekorasi rumah ke Belanda bakal tembus 32 juta euro atau sekitar Rp 520 miliar hingga lima tahun ke depan.

"Itu sampai akhir nanti proyek ada sekitar 32 juta euro atau sekitar Rp 520 miliar rupiah, sampai nanti (2024)," tutur Dody.

Dody mengatakan, target tersebut merupakan tujuan dari dilakukannya kerja sama pengembangan ekspor dekorasi rumah dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) Belanda. Kerja sama tersebut berbentuk sebuah pelatihan untuk usaha kecil dan menengah (UMKM) Indonesia yang memproduksi kerajinan tangan untuk dekorasi rumah.

"Strategi itu dilakukan melalui pelatihan, pendampingan dan juga ikuti promosi dagang. Pelatihan tentunya bisa melihat bagaimana tren pasar di sana dan juga sertifikasi yang harus dipenuhi," jelas Dody.

Adapun pelatihannya ini berdasarkan pada aspek sustainability atau keberlangsungan yang dilihat mulai dari cara mengambil bahan baku untuk produk home decoration, cara mengolahnya, cara membuang limbahnya, dan juga dalam menyikapi karyawannya.

Dalam kesempatan yang sama, Local sector expert CBI di Indonesia Liena Mahalli menuturkan, pelaku UMKM di Indonesia masih minim akan pengetahuan tersebut, sehingga belum bisa mempraktikkan bisnis yang berdasarkan pada sustainability. Sehingga, pelatihan ini dibutuhkan, karena memang produk yang diminati di Belanda adalah produk yang mengarah pada keberlangsungan.

"Bagaimana kita menjamin pekerja kita bahwa kita juga memperlakukan mereka dengan baik, gaji UMR atau di atas UMR dan fasilitas lain, lalu ke lingkungan kita memastikan bahwa kita tidak merusak lingkungan, nah itu yang kita belum aware. Karena kalau kita bicara negara Eropa mereka sudah maju, mereka sangat concern dengan lingkungan," terang Liena.

Simak Video "Grab dan Bekraf Latih 400 Pengusaha Mikro Kelola Bisnis Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com