Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 15 Okt 2019 12:02 WIB

Laptop dan Ponsel China Banjiri RI, Biang Kerok Neraca Dagang Tekor

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Fuad Hasim Foto: Tim Infografis, Fuad Hasim
FOKUS BERITA Banjir Laptop China
Jakarta - Neraca perdagangan RI sepanjang 2019 masih tekor US$ 1,95 miliar. Salah satu mitra dagang yang bikin RI tekor adalah China.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto Indonesia mengalami defisit dagang cukup besar dengan China, yaitu sebesar US$ 13,9 miliar.

"Impor utama kita Januari-September masih dari China 29,34% pada September ini. Komoditas utama adalah handphone, notebook (laptop)," katanya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Selain tekor dengan China, RI juga mencatat defisit perdagangan dengan Australia sebesar US$ 1,9 miliar dan Thailand sebesar US$ 2,9 miliar.


"Impor dari China, Ukraina kalau dibedah ke dalam barangnya terutama Serealia dan mesin pesawat mekanik. Impor dari korsel naik US$ 74,80 juta. Impor dari AS turun US$ 78,6 juta, Jepang dan Itali juga turun," ujarnya.

Sejak awal tahun hingga September 2019, produk elektronik China memang masih membanjiri RI, terutama ponsel dan laptop.



Simak Video "BPS: Indeks Demokrasi Indonesia Naik Dibanding Tahun 2017"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/dna)
FOKUS BERITA Banjir Laptop China
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com