ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 15 Okt 2019 12:13 WIB

Global Masih 'Abu-abu', Harga Emas Malu-malu Mau Naik

Tim detikcom - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pergerakan harga emas di Indonesia dalam satu hingga dua bulan terakhir cenderung stabil alias tak banyak perubahan. Hal yang sama juga terjadi pada harga emas dunia yang naik dan turun tipis-tipis dalam dua bulan terakhir.

Mengutip CNBC Indonesia, Selasa (15/10/2019), harga emas dunia di pasar spot pagi tadi berada di level US$ 1.494,228/ons, naik tipis 0,1%. Harga emas naik tipis sejak pembukaan perdagangan awal pekan ini. Namun harga emas masih di bawah level US$ 1.500/ons.

Investor yang masih wait and see dipercaya menjadi faktor stabilnya harga emas. Harga logam mulia sempat anjlok ketika AS-China kopi darat di Washington dan Presiden Trump dengan optimismenya mengumumkan bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang substansial. Namun kenyataannya di balik pernyataan tersebut tersimpan tanda tanya, sebenarnya apa yang disepakati kedua belah pihak?

AS sendiri berjanji untuk menunda tarif yang akan dikenakan ke produk China per 15 Oktober ini. Sementara itu, China berjanji untuk membeli produk pertanian AS senilai US$ 40 miliar -US$ 50 miliar.



Banyak yang menilai bahwa kesepakatan ini tak berarti apa-apa, lantaran tiga tuntutan AS terkait reformasi kebijakan industri serta subsidi hingga devaluasi Yuan belum sampai pada kata sepakat.

Harga emas juga belum mau melonjak drastis lantaran masih menunggu kabar kemajuan dari poros Uni Eropa terkait keluarnya Inggris dari blok Eropa. Minggu ini akan ada pertemuan yang membahas keluarnya Inggris dari UE atau sering disebut Brexit di Brusel.

Harga emas Antam di Indonesia sendiri selama 2 bulan terakhir tercatat bergerak di level Rp 745.000-775.000. Harga emas naik dan turun tipis-tipis setelah terakhir kali melonjak drastis pada awal Agustus lalu yang masih di level Rp 702.500/gram.



Simak Video "Imbas Perang Dagang AS-China, Harga Emas Antam Melambung Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com