ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 15 Okt 2019 13:35 WIB

Geliat Bisnis di RI Terganjal Jaringan Internet Lemot

Trio Hamdani - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Lembaga riset global Legatum Institute melakukan kajian mengenai perekonomian Indonesia. Dalam riset mereka diungkapkan sejumlah faktor yang mampu mendorong ekonomi dan investasi, salah satunya infrastruktur komunikasi.

Director of Policy Legatum Institute Stephen Brien mengungkap bahwa keandalan infrastruktur komunikasi di Indonesia berada pada urutan 114 di dunia.

"Indonesia menempati urutan ke-114 di dunia untuk komunikasi, naik 6 peringkat dalam 10 tahun," kata dia dalam paparan di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Sayangnya geliat bisnis di Indonesia masih dibatasi oleh kecepatan internet yang lambat dan bandwidth jaringan seluler yang masih terbatas.

"Bisnis dibatasi oleh kecepatan lambat dan bandwidth jaringan seluler yang rendah," ujarnya.


Indonesia, lanjut dia memang memiliki beberapa data broadband paling terjangkau di dunia, yaitu peringkat ke-17 secara global. Biaya mobile broadband lebih murah daripada Malaysia, Thailand, India dan Filipina. Namun kecepatannya dianggap buruk.

"Jangkauan seluler tersebar luas di Indonesia, kecepatannya relatif lambat, kualitas dan kapasitasnya lebih buruk," ujarnya.

Kecepatan internet di Indonesia tertinggal dibandingkan Thailand, Malaysia, Vietnam, India, Filipina hingga Laos.

"Menurut Speed test, Indonesia memiliki kecepatan pengunduhan paling lambat dibandingkan dengan rekan-rekan regional, baik untuk mobile broadband maupun fixed broadband," lanjutnya.

Terlepas dari itu, Indonesia masih memiliki peluang dalam mendukung ekonomi digital. Hal itu seiring rampungnya proyek Palapa Ring untuk memperluas broadband 4G/5G ke daerah-daerah terpencil serta meningkatkan bandwidth secara keseluruhan.

"Pertukaran informasi yang bebas, didukung oleh infrastruktur komunikasi yang baik, merupakan komponen vital dari keterbukaan ekonomi. Terlebih lagi, kemajuan teknologi komunikasi sebagai produk akhir telah menciptakan peluang ekonomi bagi perusahaan dan negara yang inovatif," tambahnya



Simak Video "Tren Berbisnis di Twitter Kian Melonjak"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com