Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 15 Okt 2019 22:30 WIB

Buwas Telusuri Harga Beras Naik Saat Stok Melimpah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Dirut Perum Bulog Budi Waseso/Foto: Grandyos Zafna Dirut Perum Bulog Budi Waseso/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Direktur Utama Bulog Budi Waseso alias Buwas terheran-heran, menurutnya saat ini harga beras sedang naik. Padahal menurutnya stok beras di pasar sedang banyak.

Di Jawa saja misalnya, di food station Cipinang dan di pasar menurut Buwas stok beras masih banyak.

"Harga (beras) naik, nah ini sedang dipelajari kenapa harga naik padahal stok banyak. Kan di pasaran banyak, di Bulog apalagi. Ukuran kita untuk Jawa kan food station Cipinang numpuk banyak, di pasar-pasar banyak, tapi harga mulai naik," kata Buwas di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/10/2019).

Bahkan kebutuhan beras pun dinilai masih rendah. Terbukti dari penyaluran Bulog yang kecil, yang hanya maksimal 4 ribu ton per hari, padahal targetnya 15 ribu ton.

"(Penyaluran) masih kecil, itu membuktikan bahwa kebutuhan beras belum banyak meskipun kita sudah siap sehari 15 ribu ton, tapi kan faktanya hanya 3 ribu-4 ribu ton," kata Buwas.


Buwas mengatakan di beberapa daerah sudah terjadi kenaikan harga beras.

"Di antaranya Bali dan NTT," kata Buwas.

Menurutnya, alasan harga menjadi naik karena kini produksi gabah yang akan diubah jadi beras sedang turun maka harganya tinggi. Otomatis, harga beras pun naik.

"Kan sekarang produksi gabah ini sudah kurang mulai turun. Pasti kan harga gabah akan naik, dijadikan beras juga harga naik itu wajar saja," ucap Buwas.



Simak Video "Beras Bulog Terancam Busuk, Buwas Akan Jadikan Ethanol"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com