googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Okt 2019 12:53 WIB

Terancam Tenggelam, Kenapa Tanah Jakarta Turun Terus?

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian PUPR Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Penurunan muka tanah di DKI Jakarta mulai mengkhawatirkan. Kota metropolitan yang masih berstatus Ibu Kota Negara ini berpotensi tenggelam.

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat, hingga 2013 permukaan tanah di Jakarta sudah turun 40 meter dari asalnya, khususnya di Jakarta bagian utara. Penurunan itu akumulasi dari puluhan hingga ratusan tahun.

Meski begitu, dari 2013 hingga 2018 penurunan permukaan tanah di Jakarta menunjukkan perbaikan. Dari yang tadinya turun 40 meter, di 2018 penurunannya jadi 35 meter.

Dari hasil pemantauan dengan GPS Geodetic, laju penurunan tanah di Jakarta Utara mencapai 12 cm setiap tahunnya. Jika dibiarkan bukan tidak mungkin Jakarta akan tenggelam secara harafiah.

Lalu kenapa permukaan tanah Jakarta bisa turun?



Land subsidence adalah fenomena yang tengah dialami Jakarta. Istilah ini diartikan sebagai peristiwa penurunan permukaan tanah.

Dalam kasus terparah, land subsidence bisa menyebabkan permukaan tanah ambles. Dalam kasus Jakarta penurunan permukaan tanah terjadi secara berkala yang saat ini mencapai 12 cm per tahun di Jakarta Utara.

Bukti dari penurunan permukaan tanah juga bisa dilihat dari beberapa hal yang kasat mata, seperti turun dan miringnya bangunan gedung di wilayah Jakarta Utara.

Ada beberapa penjelasan ilmiah yang menjadi penyebab turunnya permukaan tanah. Pertama berkurangnya air di dalam tanah akibat penggunaan yang berlebihan.

Sumur bor air tanah di Jakarta disebut sudah berlebihan. Penggunaan air tanah membuat kandungan air di pori-pori tanah berkurang. Sehingga permukaan tanah turun lantaran adanya rongga tersebut.

Kemudian adanya beban permukaan tanah yang berlebih akibat bangunan tinggi. Dengan begitu beban permukaan tanah semakin berat dan membebani lapisan di bawahnya.

Ketiga, konsolidasi natural, atau terjadinya pemantapan tanah yang bersifat natural. Misalnya ada bagian yang terbentuk dari endapan lengkungan pasir-pasir halus yang kemudian mengeras.

Dampak yang sudah jelas terlihat adalah wilayah di pesisir Jakarta Utara. Air laut sudah masuk dan mengurangi batas wilayah di Jakarta Utara.

Masuknya air laut ke wilayah Jakarta sudah menimbulkan intrusi atau masuknya air laut ke pori-pori batuan yang mencemarkan air tanah. Menurut catatan Badan Geologi intrusi air laut sudah mencapai wilayah Monas bagian utara.


Terancam Tenggelam, Kenapa Tanah Jakarta Turun Terus?


Simak Video "5 Kota Terancam Tenggelam, Jakarta Salah Satunya"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com