Dibayangi Second Round Effect, Harga Barang Akan Naik Lagi

Dibayangi Second Round Effect, Harga Barang Akan Naik Lagi

- detikFinance
Rabu, 09 Nov 2005 12:18 WIB
Jakarta - Setelah kenaikan harga BBM per 1 Oktober yang mengakibatkan harga barang melambung, untuk kedua kalinya harga barang akan naik lagi dalam dua-tiga bulan ke depan karena adanya second round effect dari kenaikan gaji PNS, tarif listrik dan biaya produksi."Kemungkinan masih ada kenaikan harga karena masih menghadapi second round effect kenaikan harga BBM, termasuk kenaikan biaya produksi, tarif listrik dan gaji, yang sebagian akan tercermin dua sampai tiga bulan ke depan," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Gedung Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (9/11/2005).Diakui Mari, kenaikan gaji PNS dan tentara pada awal tahun depan akan cenderung mengakibatkan terjadinya inflasi lagi. Namun kenaikan inflasi ini relatif sedikit dibanding dampak langsung dari kenaikan harga BBM.Begitu pula dengan perayaan Natal akhir tahun ini, juga diprediksi tidak akan memberikan pengaruh inflasi yang tinggi, karena kebutuhan barang relatif lebih rendah dibanding Lebaran.Menurut Mari, untuk mengantisipasi kenaikan harga barang akibat second round effect, pemerintah sedang melakukan koordinasi antara kebijakan rill dan moneter."Sehingga kebijakan moneter dapat berjalan dalam mengendalikan inflasi, dan koordinasi ini sudah mulai berjalan," ujar Mari.Dampak inflasi terhadap kenaikan harga barang, dikatakan Mari sebagai one time shock karena ada supply shock yang timbul akibat kenaikan harga BBM.Ini terlihat dari bobot inflasi pada Oktober yang sebagian besar merupakan dampak langsung kenaikan harga BBM dan transportasi. Sedangkan dampak tidak langsung yang tercermin dari naiknya biaya produksi, termasuk penyesuaian gaji, baru akan terlihat tiga bulan ke depan.Sementara kenaikan harga makanan merupakan cermin dari Lebaran dan biaya angkutan transportasi."Yang pasti inflasi di bulan November tidak akan 8 persen seperti bulan lalu, pasti akan turun, sehingga tingkat kenaikan harga tidak akan setinggi Oktober," janji Mari.Ekspektasi pola kenaikan harga, menurut Mari, sebenarnya sudah terjadi sebelum Oktober, yaitu bulan Agustus dan September. Saat itu, sebagian produsen sudah menaikkan harga untuk antisipasi kenaikan harga BBM.Namun yang belum bisa diprediksi saat itu adalah sejauhmana antisipasi jika kondisinya telah terjadi. Sehingga sisa antisipasinya baru dinaikkan kemudian berupa kenaikan harga lanjutan. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads