googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 17 Okt 2019 22:30 WIB

Buruh Minta UMP 2020 Naik 20%, Pengusaha: Tidak Realistis!

Anisa Indraini - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) Mirah Sumirat menolak angka yang ditetapkan pemerintah terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang mencapai angka 8,51%.

Pihak Aspek Indonesia memiliki hitungan sendiri. Mereka meminta UMP 2020 harusnya naik hingga 20%.

Menanggapi itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengatakan, permintaan itu merupakan hal yang tidak wajar dan tidak realistis karena disertai argumen yang lemah.

"Tidak wajar dan tidak realistis dan lemah argumennya," kata Haryadi melalui pesan singkat kepada detikcom, Kamis (17/10/2019).


Menurutnya, pihak Aspek Indonesia tidak melihat dari segi posisi riil antara permintaan dengan penawaran.

"Ya tolak ukurnya itu beda. Sebetulnya ini ceritanya jadi panjang kalau kita bicara buruh nuntut. Mereka itu tidak melihat dari segi posisi riil antara permintaan dan penawaran," tuturnya.

Lebih lanjut, Haryadi menegaskan bahwa UMP merupakan upah minimum paling rendah. Jika pihak Aspek Indonesia meminta UMP naik hingga 20%, maka angka tersebut dianggap terlalu tinggi.

"Dan jangan lupa ini kan dari pengamat sosial. Upah minimum itu upah paling rendah," tutupnya.



Simak Video "Asyik! UMP Tahun 2020 Naik 8,51%"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com