Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 22 Okt 2019 15:00 WIB

1.092 Bangunan Kena Dampak Reaktivasi Rel Rangkasbitung-Pandeglang

Bahtiar Rifa'i - detikFinance
Ilustrasi. Foto: Hakim Ghani/detikcom Ilustrasi. Foto: Hakim Ghani/detikcom
Serang - Pendataan bangunan yang ada di jalur kereta lama Rangkasbitung ke Pandeglang telah selesai untuk di kawasan rel sepanjang Kabupaten Lebak. Ada 1.092 bangunan yang akan direlokasi untuk rencana reaktivasi rel yang masuk segmen pertama ini.

Kepala Biro Bina Infrastruktur Pemprov Banten Nana Suryana mengatakan, untuk di Lebak saja atau dari stasiun Rangkasbitung ke stasiun Pandeglang total ada 1.092 bangunan yang kemungkinan direlokasi atau digusur. Sementara untuk bangunan yang masuk ke kawasan Pandeglang, pendataan masih berjalan dan baru menghitung 141 bangunan.

Penertiban, lanjutkan akan diberikan setelah ada kompensasi kepada bangunan yang direlokasi. Rencananya, akan dilakukan pada awal 2020.


"Penertiban dilakukan setelah dibayarkan kompensasi," kata Nana saat dihubungi wartawan di Serang, Banten, Selasa (22/10/2019).

Kompensasi katanya dibayarkan berdasarkan bangunan yang berdiri di sepanjang rel. Selain itu, tim juga sedang mendata fasilitas umum seperti sekolah atau tempat ibadah yang akan direlokasi.

"Nanti setelah selesai pendataan bisa diketahui jumlah fasum dan fasos yang terkena dampaknya," tambahnya.

Pemda sendiri diberi target pendataan untuk Segmen 1 Rangkasbitung-Pandeglang selesai tahun ini. Sedangkan segmen 2 Pandeglang-Labuan akan selesai pada 2020.



Simak Video "Kompor Meledak di Kereta, 74 Penumpang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(bri/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com