Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 23 Okt 2019 12:13 WIB

Jokowi Sudah Tetapkan Tim Ekonomi, Bisa Diterima Pasar?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Andhika/detikcom Foto: Andhika/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengumumkan dan melantik menteri-menteri yang akan membantunya di periode kedua menjabat. Dia resmi menamakan kabinetnya menjadi Kabinet Indonesia Maju.

Dengan begitu tim ekonomi pembantu Jokowi pun resmi terbentuk. Airlangga Hartato digeser Jokowi menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah sebelumnya memimpin Kementerian Perindustrian.

Peneliti ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira justru menilai tim ekonomi Jokowi kurang tepat. Jokowi, menurut Bhima terlalu banyak mengakomodir kepentingan partai politik dengan mengankat politisi jadi menteri.

"Terlalu banyak politisi, jadi Pak Jokowi terkesan mengakomodir kepentingan parpol koalisi," ungkap Bhima kepada detikcom, Rabu (23/10/2019).

Contohnya, Bhima menyebut nama Airlangga, tokoh ini juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar. Idealnya Bhima mengatakan bahwa Menko Perekonomian tidak dijabat politisi. Terlebih lagi penilaian kinerja Airlangga saat menjabat Kementerian Perindustrian dinilai kurang baik oleh Bhima.

"Misalnya Menko Perekonomian, idealnya memang bukan politisi yang duduki jabatan Menko Perekonomian karena pos Menko sangat strategis. Lagipula kinerja pak Airlangga di Kementerian Perindustrian bisa dibilang jauh dari harapan," kata Bhima.

"Misalnya deindustrialisasi prematur terus berlanjut," sebutnya.

Ironisnya, Bhima menyebut pasar merespons negatif keputusan Jokowi soal sosok yang masuk tim ekonomi Kabinet Indonesia Maju. Bahkan Rp 121 miliar dana asing juga cabut dari Indonesia.


"Dana asing kabur Rp 121 miliar pasca pengumuman, karena kecewa terhadap pos strategis di bidang ekonomi yang diduduki oleh sosok yang kurang pas," ungkap Bhima.

Berbeda dari Bhima, Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai tim ekonomi Jokowi seimbang kombinasinya antara profesional dan politisi. Para politisinya pun, dinilai Josua memiliki sepak terjang cukup baik dalam dunia ekonomi, setidaknya dalam menangani perusahaan.

"Kalau spesifik ke menteri di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi saya kira cukup berimbang secara profesional dan parpol. Bahkan yang background parpol pun track record tangani usahanya cukup baik, sehingga pemahaman ekonominya saya kira baik," ungkap Josua kepada detikcom.

Menteri-menteri yang kembali dipilih juga menurut Josua kinerjanya cukup baik. Menteri Keuangan Sri Mulyani salah satu yang disebutnya, menurut Josua dia mampu menekan defisit anggaran menurun.


"Saya pikir sektor penting yang dipertahankan dan kinerjanya cukup baik juga, khususnya Menkeu, ini kan bahwa pengelolaan negara lebih baik, dengan track record 4 tahun terakhir defisit anggaran menurun cukup baik," ucap Josua.

Berikut ini daftar tim ekonomi Kabinet Indonesia Maju secara lengkap:
  • Menko Perekonomian AirlanggaHartarto
  • Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
  • Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
  • Menteri Perdagangan Agus Suparmanto
  • Menteri ESDM Arifin Tasrif
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
  • Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo
  • Menteri Menteri Kelautan Perikanan Edhy Prabowo
  • Menteri ATR Sofyan Djalil
  • Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Manoarfa
  • Menteri PANRB Tjahjo Kumolo
  • Menteri BUMN Erick Thohir
  • Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama
  • Kepala BKPM Bahlil Lahadalia


Simak Video "Kabinet Jokowi, Pengamat: Partai 50, Non-partai 50"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com