Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 23 Okt 2019 14:28 WIB

Resmi Jabat Kepala BKPM, Bahlil: Ya Allah, SOP Birokrasi Seperti Ini

Trio Hamdani - detikFinance
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia/Foto: Bahlil Lahadalia (Andhika Prasetia/detikcom). Kepala BKPM Bahlil Lahadalia/Foto: Bahlil Lahadalia (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta - Bahlil Lahadalia resmi berkantor di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dia menjadi Kepala BKPM menggantikan Thomas Lembong. Hal itu ditandai dengan prosesi serah terima jabatan dari Lembong ke Bahlil.

Dalam pidato pertamanya di kantor baru, Bahlil mengaku belum hapal betul seluk beluk BKPM. Bahkan dia sepertinya kaget karena tidak terbiasa dengan SOP alias standar operasional prosedur (SOP) birokrasi mengingat latar belakangnya adalah pengusaha.

"Saya mohon maaf ya kalau agak sedikit nomenklatur segala macam itu belum hapal karena di dunia usaha, lalu ini begitu masuk ya Allah ini SOP birokrasi seperti ini ternyata," kata dia di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (23/10/2019).


Dia pun bakal melanjutkan kinerja baik yang sudah dilakukan oleh Kepala BKPM sebelumnya. Dia juga menekankan pentingnya kerja sama di instansi barunya itu.

"Saya tidak bisa bekerja sendiri. Kalau di perusahaan itu bekerja berhasil itu tidak bisa otak direktur saja. Semuanya harus dipakai dari tukang sapu, sampai tukang cap. kadang-kadang direksi tanda tangan surat kalau tidak ada tukang cap, surat juga bisa terlambat itu," jelasnya.

Dirinya juga butuh beradaptasi dengan sistem aparatur sipil negara (ASN). Itu terkait bagaimana memperlakukan anak buahnya di BKPM. Pasalnya itu akan berbeda dengan di perusahaan.

"Saya mohon untuk dikasih masukan karena belum banyak yang saya tahu tentang standar ASN. Nah ini sudah biasa di karyawan kalau saya di kantor kalau kerjanya nggak beres cuma 2 hukumnya, saya marah atau besok saya pecat atau uang bonus tidak dapat," jelasnya.

"Nah sudah barang tentu tabiat yang seperti ini tidak mungkin saya pakai di ASN karena ASN punya standar karena itu mohon untuk saya dikasih masukan yang kita anggap seperti keluarga saja lah," tambahnya.



Simak Video "Soal Perwakilan Papua di Kabinet, Bahlil: Masa Masih Bicara Dikotomi?"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com