Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Okt 2019 12:25 WIB

Tambal Defisit APBN, Pemerintah Cari Utang Dolar AS dan Euro

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pemerintah saat ini tengah mencari pendanaan utang dengan menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam dua mata uang asing berdenominasi Dolar AS dan Euro. Hal itu dilakukan dalam rangka menutup defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang diperkirakan akan melebar di kisaran 2-2,2% terhadap PDB hingga akhir 2019.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan, total surat utang yang diterbitkan nilainya US$ 1 miliar dan EUR 1 miliar.

"Aspek sisi pembiayaan kita kemarin lakukan pricing untuk SUN valas dengan size US$ 1 billion dengan tenor 30 tahun. Kemudian 1 billion Euro tenor 12 tahun," kata dia saat ditemui di Kemenkeu, Jakarta, Jumat (25/10/2019).



Hal itu dilakukan sebagai implementasi kebijakan counter-cyclical dalam merespons kondisi ekonomi domestik dan global. Di sisi lain pihaknya akan tetap menjaga kinerja penerimaan dan kualitas belanja.

Penerbitan kedua seri SUN tersebut akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan Frankfurt Stock Exchange.

Dia juga menegaskan bahwa pelebaran defisit yang diperkirakan akan terjadi tidak selalu harus dipandang negatif. Di tengah kondisi perekonomian saat ini pemerintah merasa perlu mengeluarkan stimulus, seperti insentif pajak meskipun konsekuensinya adalah defisit APBN.

"Kemarin ada kekhawatiran kenapa ada pelebaran defisit, itu bukan sesuatu yang buruk, itu bagian dari pemerintah bagaimana mengelola perekonomian. Kalau sedang dalam tekanan fungsi pemerintah memberi stimulus supaya ekonomi nggak terpuruk dalam," tambahnya.



Simak Video "Anggaran Pendidikan Rp 508 T di 2020, Jokowi: Hati-hati Ini Duit Semua"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com