Jokowi Harus Bisa Pangkas Tekor Neraca Dagang Dalam 100 Hari

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 28 Okt 2019 11:29 WIB
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Tim ekonomi di Kabinet Indonesia Maju perlu membereskan sejumlah hal mendasar yang jadi pekerjaan rumah (PR) selama ini. Hal itu perlu dilakukan agar Indonesia memiliki iklim investasi yang baik.

Peneliti ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, setidaknya dalam 100 hari pertama ada sejumlah hal yang perlu dibenahi dalam rangka mendukung masuknya investasi ke Indonesia, salah satunya penurunan defisit neraca perdagangan.

"Ya pokoknya dalam 100 hari pertama ya kalau di indikator ekonomi yang paling bisa terlihat adalah turunkan defisit neraca dagang, kemudian menurunkan current account deficit (CAD), ketiga adalah stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga," kata dia saat dihubungi detikcom, Jakarta, Senin (28/10/2019).



Berikutnya, tim ekonomi harus mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5%. Yang terakhir adalah menggunakan anggaran yang ada seefektif mungkin di sisa tahun 2019 ini.

"Efektivitas anggarannya walaupun ini masih terlalu dini ya, tapi kan kalau kita lihat waktu tidak banyak sampai akhir tahun 2019 ya. Jangan sampai beberapa realisasi belanja itu justru tertunda sehingga dampaknya kurang maksimal ke ekonomi," jelasnya.

Menurutnya waktu 100 hari cukup untuk membuktikan kinerja tim ekonomi dari keraguan yang ada. Bila dalam waktu tersebut kinerjanya tidak sesuai harapan, menurutnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa mempertimbangkan untuk melakukan reshuffle.

"Kita lihat 100 hari ke depan ya. Nah apabila di indikator ekonomi tidak ada perbaikan maka kita usulkan kepada Pak Jokowi untuk melakukan reshuffle kabinet secepatnya gitu," tambahnya.



Simak Video "Kelelahan di Perjalanan, Sapi Kurban Jokowi Malas Makan"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)