Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 28 Okt 2019 16:18 WIB

PR Besar Calon Dirjen Pajak Baru

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Luthfy Syahban Foto: Luthfy Syahban
Jakarta - Kementerian Keuangan lewat Sri Mulyani Indrawati telah mengusulkan beberapa nama calon Dirjen Pajak pengganti Robert Pakpahan yang pensiun pada akhir Oktober 2019.

Ada beberapa tugas besar yang harus diselesaikan oleh Dirjen Pajak baru usai dilantik nantinya. Managing Partner DDTC Darussalam menyebutkan tugas besar yang pertama harus dilakukan adalah mampu menterjemahkan visi Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin.

"Tantangan yang paling utama adalah bagaimana bisa menerjemahkan agenda visi presiden Jokowi dalam periode kedua pemerintahan beliau," kata Darussalam saat dihubungi detikcom, Jakarta, Senin (28/10/2019).


Darussalam juga bilang bahwa Dirjen Pajak yang baru juga harus melanjutkan beberapa program seperti pembangunan infrastruktur pajak, meningkatkan kualitas SDM, mendorong investasi, reformasi birokrasi, serta APBN yang lebih tepat guna.

Dari poin investasi dan reformasi birokrasi, Darussalam menyebut bahwa tujuannya meningkatkan daya saing Indonesia.

"Daya saing ini tentunya membutuhkan kebijakan pajak yang sifatnya relaksasi melalui berbagai insentif dan penurunan tarif yang dalam jangka pendek tentu akan berdampak pada potensi pajak yang hilang," jelas dia.

"Di sisi lain, dalam gagasan melanjutkan infrastruktur dan meningkatkan kualitas SDM dan APBN tentu membutuhkan mobilisasi penerimaan pajak," tambahnya.


Tidak hanya itu, Dia juga mengungkapkan bahwa program reformasi perpajakan harus tetap dilakukan demi menampung seluruh kepentingan stakeholder.

"Berorientasi kepada kebijakan jangka panjang dan tidak terjebak pada penerimaan yang sifatnya jangka pendek," ungkap dia.

Simak Video "Pamer Saldo ATM, Billy Syahputra Nggak Takut Diperiksa Ditjen Pajak"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com