Begini Hasil Pertemuan Buruh dan Anies di Balai Kota

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 30 Okt 2019 15:03 WIB
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Perwakilan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), siang ini diizinkan bertemu oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyampaikan tuntutannya terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 sebesar 16%.

Lalu, apa hasilnya?

"Intinya pak Gubernur (Anies Baswedan) sangat paham sekali apa yang menjadi keprihatinan para pekerja. Tetapi memang ada ketentuan yang tidak bisa kita langgar," tutur Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Andri Yansyah, di Kantor Balai Kota, Rabu (30/10/2019).

Namun, kata Andri Yansyah, dari pertemuan antara buruh dan Anies Baswedan tersebut ada beberapa hal dan program baru yang akan dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta ke depan untuk mensejahterakan buruh.

"Kita sudah ada kartu pekerja, nanti kita akan buat yang namanya gerai koperasi pekerja. Kita juga akan merintis yang namanya klinik kesehatan, kata Andri Yansyah.

Program juga aja akan ditujukan untuk istri buruh agar pendapatan keluarga tidak hanya bertumpu pada suami yang bekerja, tetapi ada usaha-usaha yang dihasilkan oleh para istrinya.


"Sehingga pendapatan pekerja tidak hanya bertumpu pada suaminya yang bekerja. Tetapi juga bisa dihasilkan kreativitas, inovasi dan usaha-usaha yang dihasilkan oleh para istrinya. Ini sedang kita godok," ungkapnya.

Mengenai hal itu sebagai perwakilan dari buruh, Winarso mengatakan, dirinya berterima kasih kepada Anies Baswedan karena telah mendengarkan apresiasi yang disampaikan para buruh.

"Pak Gubernur sangat mengapresiasi apa yang kita sampaikan. Dia nggak marah, dia menerima dan memahami aspirasi kita seperti apa," ujar Winarso.

Namun, mengingat hasil yang belum diputuskan hari ini, Winarso mengatakan akan berbicara kepada Pimpinan Pusat terkait langkah apa yang akan diambil pihak buruh selanjutnya. Ia menyebut, tidak menutup kemungkinan jika nantinya pihak buruh akan melakukan aksi kembali.



"Kita akan koordinasi dengan pimpinan pusat. Nah semua itu kembali lagi ada di pimpinan pusat. Ketika pimpinan pusat mengatakan tetap menolak, ya kita akan menjalankan menolak juga. Tidak menutup kemungkinan kita akan aksi lagi di sini," ugkapnya.




Simak Video "Jika Pembahasan RUU Cipta Kerja Tak Disetop, Buruh Ancam Tambah Massa!"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)