Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 30 Okt 2019 20:45 WIB

Hanya 37% Orang RI Punya Simpanan Darurat, Bagaimana Kalau Kena PHK?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis:  Denny Putra Foto: Tim Infografis: Denny Putra
Jakarta - Kondisi keuangan masyarakat Indonesia saat ini disebut sudah membaik jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Kemudian rata-rata masyarakat Indonesia merasa kondisi keuangannya aman.

Country Director GoBear Indonesia Tris Rasika menjelaskan tak banyak masyarakat yang kondisi keuangannya dalam beberapa bulan ke depan.

"Banyak nih yang sekarang merasa aman, tapi sekarang. Pas ditanya bagaimana beberapa bulan ke depan banyak yang nggak merasa aman. Misalnya dia kehilangan pekerjaan sekarang dia nggak yakin dan nggak siap bisa bertahan beberapa bulan ke depan, sampai dapat yang baru," kata Tris dalam acara peluncuran Financial Health Index (FHI) di Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Dia mengungkapkan hal ini karena banyak masyarakat Indonesia belum memiliki simpanan darurat sampai tabungan pensiun. Biasanya kebanyakan orang Indonesia masih mengandalkan jaringan kekeluargaan.

"Biasanya juga banyak yang merasa baik baik aja, karena ada keluarganya ada suaminya kalau yang udah menikah pasangannya jadi ATM colek," kata dia.


Tris mengungkapkan hasil riset yang dilakukan GoBear melalui FHI mengungkapkan fakta bahwa di usia 35 tahun, orang Indonesia belum memulai perencanaan keuangan dan di usia 41 tahun baru memulai perencanaan keuangan terkait pensiun.

Orang Indonesia juga merasa aman secara keuangan (nilai 7.5 dari skala 1-10), tetapi hanya 37% dari mereka yang memiliki tabungan untuk mencukupi kebutuhan hidup lebih dari 6 bulan bila mereka kehilangan sumber pendapatan utamanya. Fakta-fakta tersebut membuat GoBear berusaha membantu masyarakat untuk mengerti dan memahami agar dapat mengatasi masalah keuangan baik pribadi maupun keluarga.


Platform GoBear Indonesia berfungsi untuk membantu pengguna menemukan produk keuangan yang paling tepat berdasarkan profil dan kebutuhan mereka.

"Lewat situs GoBear, siapapun bisa mengakses produk keuangan yang dicari, secara singkat/sederhana dan transparan. Para pengguna hanya perlu memasukkan profil dan akan keluar rekomendasi produk keuangan yang paling tepat dan sesuai dengan profilnya. Mereka juga dapat membandingkan produk keuangan yang tersedia dengan lebih mudah," ujar Tris Rasika.

GoBear telah hadir di 7 lokasi Asia. Selain Indonesia, GoBear juga telah melayani di Singapura, Hong Kong SAR, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. GoBear Indonesia sudah tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan No. S-97/MS.72/2019 dan tergabung sebagai anggota di Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).

Simak Video "Robotisasi dan Ancaman PHK Menanti"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com