Lipsus Kasak Kusuk Detektif Swasta

Jalani Profesi Berbahaya, Kehidupan Detektif Swasta pun Misterius

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 03 Nov 2019 16:22 WIB
Halaman ke 2 dari 2
2.

Hati-hati

Jalani Profesi Berbahaya, Kehidupan Detektif Swasta pun Misterius
Foto: Edy Wahyono

Habibi juga bersikap sangat hati-hati dengan calon kliennya. Jika berlagak mencurigakan, dia dan timnya langsung bersikap defensif. Habibi juga sangat jarang bertemu kliennya.

"Banyak kemungkinan mereka mau balas dendam ke kita. Misalnya, suaminya sudah ditemukan bukti selingkuh, kemudian mereka rujuk lagi. Bisa jadi chattingan kita dengan istrinya masih tersimpan. Kemudian suaminya mau balas ke kita. Atau dia bisa nyuruh orang lain untuk pura-pura mau pakai jasa kita. Itu bahaya," terangnya.

Di samping itu banyak juga kliennya yang ingin identitasnya dirahasikan. Bahkan sering kali Habibi dan kliennya membuat perjanjian resmi hitam di atas putih, bahwa mereka tidak saling mengungkapkan identitas masing-masing jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Habibi selama 5 tahun menjalani profesinya memang paling banyak menangani kasus perselingkuhan. Meski begitu dia dan tim juga bisa melayani jasa detektif untuk urusan bisnis. Dia pernah mendapatkan klien dari perusahaan yang memintanya untuk mencari bukti adanya tindak korupsi yang dilakukan pegawainya.

Ada juga misi yang datang dari seorang istri orang kaya. Dia diminta untuk mencari tahu aset-aset yang dimiliki suaminya namun disembunyikan dari istrinya.

Tarif yang dipasang beragam, mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 70 juta. Tergantung dari tingkat kesulitan dan lamanya misi yang dijalaninya. Dalam sebulan dia menjalani belasan misi.

(das/toy)