Round-Up 5 Berita Terpopuler

Blak-blakan Wamen ATR Surya Tjandra, Sofyan Basir Divonis Bebas

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 04 Nov 2019 21:00 WIB
Blak-blakan Wamen ATR Surya Tjandra, Sofyan Basir Divonis Bebas
Foto: Screenshoot Aplikasi OVO

Pekan lalu, layanan dompet elektronik di bawah naungan Lippo Group, OVO mengumumkan pada 12 Desember mendatang ada biaya Rp 2.500 untuk setiap transaksi pengiriman uang ke bank.

Sebelumnya transaksi ini gratis, alias tanpa biaya. Beda dengan bank yang memberlakukan biaya Rp 6.500-Rp 7.500 untuk pengiriman ke beda bank.

Selain OVO sejumlah layanan sejenis seperti Jenius sampai digibank juga sudah mulai memberlakukan biaya, namun dengan format yang berbeda. Misalnya kuota 25 kali kirim gratis kemudian berbayar dan memberlakukan saldo minimum yang mengendap harus Rp 1 juta jika ingin mendapatkan gratis biaya kirim.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah mengungkapkan gratis biaya transfer atau ongkos kirim uang yang dilakukan oleh perusahaan e-wallet atau uang elektronik sampai fintech sistem pembayaran merupakan strategi pemasaran yang biasa dilakukan untuk menarik pengguna.

"Itu hal biasa untuk menarik, mengenalkan produk, yang kemudian diharapkan dapat memunculkan kebutuhan akan produk yang ditawarkan," kata Piter saat dihubungi detikcom, Senin (4/11/2019).

Baca selengkapnya di sini: Transfer Lewat OVO Cs Mulai Berbayar, Era Bakar Duit Selesai?