Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 05 Nov 2019 11:55 WIB

Airlangga Bicara Dampak Hong Kong dan Singapura yang Hadapi Resesi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Ilustrasi Kondisi Hong Kong Foto: Reuters Ilustrasi Kondisi Hong Kong Foto: Reuters
Jakarta - Dua negara tengah menghadapi resesi, yakni Singapura dan Hong Kong. Meski Singapura sendiri belum jatuh ke jurang resesi seperti Hong Kong, namun pertumbuhan ekonominya masih rendah dan terancam resesi. Pertumbuhan ekonomi Singapura secara tahunan atau year on year di kuartal III-2019 dibandingkan kuartal III-2018 hanya tumbuh 0,1%.

Lantas, bagaimana dampaknya terhadap perekonomian Indonesia?

Menjawab hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, perekonomian Indonesia lebih didominasi oleh pasar dalam negeri. Sehingga, gejolak perekonomian luar negeri tak banyak berpengaruh terhadap Indonesia.

"Ya kalau perekonomian Indonesia kan kita punya domestik market yang cukup bagus," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Selasa (5/11/2019).


Selain itu, Airlangga mengatakan, saat ini Indonesia tengah meneken perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Perjanjian perdagangan bebas itu menurutnya akan semakin mengerek perekonomian RI.

Airlangga menilai, di tengah perlambatan ekonomi global dengan adanya resesi yang dihadapi dua negara tersebut, lalu adanya perang dagang AS-China, dan juga Brexit RCEP ini bisa menjadi solusi.

"Memang kan selama ini Singapura dan Hong Kong sudah slow down. Apalagi Hong Kong terkait dengan banyaknya persoalan internal. Jadi kalau kita lihat dari segi ekonomi keseluruhan, Amerika masih positiflah domestiknya masih kuat. Kemudian ada masalah brexit dan yang lain. Oleh karena itu, kita bahas terkait blok baru yang namanya RCEP. Jadi RCEP ini kan East Asia Free Trade Agreement (FTA). Dan ini adalah terbesar dibandingkan seluruh blok perdagangan," terang Airlangga.

Menurutnya, RCEP punya efek yang lebih besar terhadap perekonomian Indonesia dibandingkan resesi yang menerapa Hong Kong.

"Ya karena kan RCEP jauh lebih besar drpd Hong Kong dan yang lain," ujar dia.


Selain itu, perdagangan RI dengan Hong Kong dinilainya tak begitu besar. Menurut Airlangga, peran Hong Kong terhadap perdagangan Indonesia lebih ke pada transhipment atau lokasi transit perdagangan ke China.

"Hong Kong kan transhipment ke China. Tapi sekarang fungsinya sudah banyak berubah karena sekarang perdagangan dengan China langsung," tandasnya.

Simak Video "Dikepung Polisi di Kampus, Demonstran Hong Kong Dijemput Ortu"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com