Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 06 Nov 2019 06:01 WIB

Ekonomi RI Lesu, Pengusaha Ogah Kembangkan Bisnis

Vadhia Lidyana - detikFinance
Halaman 1 dari 3
Foto: pool Foto: pool
Jakarta - Pengusaha merespons lesunya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2019 sebesar 5,02% year on year (yoy). Angka ini jauh lebih rendah dari kuartal III-2018 sebesar 5,17%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, catatan nilai pertumbuhan ekonomi kuartal III ini disebabkan realisasi investasi yang masih rendah.

Lantas apa sikap yang diambil pengusaha dengan pertumbuhan ekonomi yang mungkin belum memuaskan itu?

Pengusaha memilih menahan diri dan tidak melakukan ekspansi bisnis di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani menjelaskan saat ini pengusaha memilih untuk menunda ekspansi. Bila ekonomi sudah tumbuh baik baru mereka akan ekspansi kembali.

"Iya kita menahan dulu (untuk melakukan ekspansi bisnis)," kata Rosan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019).

Dia menjelaskan hal tersebut dipengaruhi oleh supply and demand atau penawaran dan permintaan. Bila permintaan sedikit maka pengusaha tidak akan melakukan ekspansi. Sebaliknya, bila permintaan meningkat maka mereka akan ekspansi.

"Kembali lagi hukumnya supply and demand. Begitu demand-nya lemah kita akan ekspansi nggak? Pasti akan nahan. Begitu demand-nya tinggi apa kita akan lebih ekspansi? Iya," terangnya.

Lanjut ke halaman berikutnya >>> (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com