Masih Ada Tender Akhir Tahun, Jokowi: Kualitasnya Pasti Jelek

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 06 Nov 2019 11:25 WIB
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan masih adanya proses tender yang dilakukan menjelang akhir tahun. Menurut dia, proses tender tersebut seharusnya bisa dilakukan di awal tahun agar realisasinya sesuai rencana.

Jokowi mendapat laporan dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) bahwa ada proses e-tendering di bulan November dengan nilai Rp 31 triliun.

"Tadi saya lihat Pak Roni (Kepala LKPP) menyampaikan November masih ada e-tendering Rp 31 triliun, saya tadi lihat ditepuk tangan. Jangan lah kita ulang-ulang. Ini sudah tinggal November," kata Jokowi saat membuka Rakornas Pengadaan Barang/Jasa Tahun 2019 di JCC, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Jokowi mengaku proses tender berbasis elektronik bisa dieksekusi dengan cepat, namun ada baiknya hal tersebut tidak melulu diulang setiap tahunnya. Sebab, waktunya sudah berada di ujung tahun.

"Meskipun e-tendering, saya tahu ada yang cepat, tiga hari, ada yang 15 hari, ada yang 45 hari, ngerti. Tapi apakah seperti ini mau kita teruskan? Rp 31 triliun," jelas dia.


Jokowi khawatir jika program yang ditender pada akhir tahun merupakan pembangunan konstruksi, maka pihak kontraktor mana yang mampu menyelesaikan pembangunan dengan waktu yang singkat. Mantan Wali Kota Solo ini pun bahkan akan memberikan hadiah kepada pihak kontraktor yang mampu menyelesaikan proses pembangunan tersebut.

"Tapi ini urusan konstruksi. Mau manggil siapa kontraktornya. Coba maju sini, saya beri sepeda. Tinggal dua bulan masih urusan konstruksi, masih lelang konstruksi. Ini nggak bisa diterus-teruskan. Saya ngalamin semua-semuanya. Nggak mungkin lah, lepas Agustus masih urusan konstruksi. Lelang ko gimana," ujarnya.

Dengan kejadian itu, Jokowi pun menyoroti mengenai kualitas dari proyek pembangunan itu sendiri.

"Akhirnya apa? Ya, kualitasnya pasti jelek. Jembatan ambruk, kaya gini nih, November masih tender gimana, SD ada yang ambruk, gedung, karena apa? Ini, gini ini, kerja cepet-cepetan, dan pas kerja, pas bulannya basah, bulan hujan, ya sudah, ngerti lah kita, nggak mungkin lah kita membuat konstruksi pekerjaannya pakai payung, nggak mungkin. Sudah bohong lah kaya gitu. Kesimpulannya jelas sekali Jangan seperti ini kita ulang lagi," ungkap dia.



Simak Video "Jangan Heran, Ini Playlist yang Didengarkan Jokowi di Dalam Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)