Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 08 Nov 2019 13:15 WIB

Bikin Malu Jokowi, Ini Data Impor Pacul China Sejak 2015

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Dana Aditiasari Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kepada publik bahwa Indonesia masih mengimpor pacul. Padahal, Indonesia merupakan negara yang sudah mampu memproduksi pacul dengan kualitas baik.

Impor pacul ini membuat Jokowi merasa malu. Apalagi, pacul yang diimpor ini bukan pertama kali dilakukan tanah air. Pasalnya, sejak awal Presiden Jokowi memimpin pun sudah tercatat impor pacul.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterima detikcom, Jumat (8/11/2019), jumlah impor pacul sebanyak 505,5 ton dengan nilai US$ 330,03 ribu sejak 2015 hingga September 2019. Dari total berat impor cangkul itu yang berasal dari Jepang hanya 7 kg dengan nilai US$ 65 dan sisanya dari China.

Jika dirinci per tahun, pada 2015 totalnya seberat 14,2 ton dengan nilai US$ 6.589. Pada tahun 2016 totalnya seberat 142,7 ton dengan nilai US$ 187,0 ribu. Pada tahun 2017 totalnya sebesar 2,3 ton dengan nilai US$ 794.



Sedangkan pada tahun 2018 totalnya seberat 78,1 ton dengan nilai US$ 33.889 ribu. Pada tahun 2019 tercatat dari Januari sampai September totalnya seberat 268,2 ton dengan nilai US$ 101,6 ribu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku malu lantaran masih banyaknya barang impor yang masuk Indonesia. Lebih malu lagi, barang yang diimpor ternyata barang sederhana seperti pacul.

"Urusan pacul, cangkul, masak masih impor!" tegas Jokowi dalam pidatonya saat membuka acara tersebut.

Ia pun lalu menantang pejabat terkait untuk mendorong pertumbuhan industri usaha kecil dan menengah yang bisa memproduksi barang-barang sederhana tadi.



Simak Video "Jokowi Malu Pacul Masih Impor, Sandiaga: Ironis Memang"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com