Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Nov 2019 13:42 WIB

Mendag-Mentan Ramu Jurus Tekan Impor Genjot Ekspor

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Dok. Humas Kementerian Pertanian Foto: Dok. Humas Kementerian Pertanian
Jakarta - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyambangi kantor Kementerian Pertanian (Kementan) untuk bertemu dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul mengatakan, keduanya membahas persoalan ekspor-impor di Indonesia, terutama ekspor-impor pangan. Menurut Syahrul, ia dan Agus akan terus menggenjot ekspor komoditas pangan Indonesia.

"Komunikasi politik, komunikasi ekonomi, komunikasi dan diplomatis pertanian harus dilakukan secara timbal balik. Jangan selalu bicara impor tapi lebih baik mari kita bicara ekspor," tutur Syahrul di kantornya, Jakarta, Senin (11/11/2019).


Namun, hal tersebut juga masih harus disesuaikan dengan ketersediaan hasil pertanian di Indonesia, keterbukaan pasar luar negeri terhadap produk Indonesia, dan sebagainya.

"Kita harus utamakan yang kita miliki, kecuali ada ruang kosong di mana kita sudah berenang setengah mati pun akan sulit kalau ruang-ruang luar negeri itu kita buka. Jangan lupa kita juga ekspor yang cukup (yang tersedia)," terang Syahrul.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa potensi ekspor harus disesuaikan dengan urusan perdagangan Indonesia dengan luar negeri.

"Nah kita kejar sekarang bagaimana keseimbangan perdagangan itu tetap kita lakukan karena kita adalah bagian secara mendunia dalam kehidupan ini," ujar mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.


Agus menambahkan untuk impor komoditas pangan tetap akan disesuaikan dengan ketersediaan dalam negeri. Ia mencontohkan seperti impor daging sapi Brasil yang ditugaskan untuk Bulog akan dievaluasi dan disesuaikan dengan ketersediaan dalam negeri.

Hal tersebut ia jelaskan terkait dengan pembatalan impor daging sapi Brasil oleh Bulog.

"Kita akan evaluasi, jadi pada prinsipnya kalai impor itu kan mengisi kekosongan. Kekosongan itu kan artinya kita harus liat ada substitusi nggak. Karena kalau impor semua ternyata sudah ada substitusinya, kita juga nggak perlu impor. Namun kita akan evaluasi lagi mengenai impor daging," kata Agus.

Simak Video "Target 100 Hari Kerja Mentan Syahrul: Seragamkan Data Pertanian"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com